Pemerintahan

Mahasiswa Harus Kreatif Manfaatkan Potensi Desa

PADANG- Petani dengan beragam produksinya sebenarnya berpotensi meningkatkan hasil pertaniannya jika mereka membentuk korporasi. Untuk membuka pikiran tersebut, peran mahasiswa menjadi penting. Ini lantaran mahasiswa adalah agen perubahan yang bisa membentuk pikiran.

“Dengan demikian produk petani akan meningkat valuenya baik secara  ekonomi dan sosial,“ tandas Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam pembekalan Kuliah Kerja Nyata Universitas Andalas, Padang, Jumat (4/5/2018).

Pembekalan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Rektor Universitas Andalas Prof Dr. Ir Tafdil Husni, dan perwakilan walikota, bupati, korem, dan kodim.

Dalam pembekalan tersebut Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan pentingnya mahasiswa bersiap menghadapi gelombang Revolusi Industri 4.0. Salah satunya adalah kembali ke desa.

“Mahasiswa perlu kreatif untuk memanfaatkan potensi desa sehingga bisa meningkatkan nilai tambah produk,” tandas Moeldoko.

Menurutnya, korporasi di desa, bisa dilakukan dengan menambah modal, teknologi, dan menjaring konsumen, sehingga dalam hal petani padi, petani bukan lagi jualan gabah, tapi jualan beras. “Jika ini bisa dijalankan maka akan harga yang diterima petani akan meningkat,” ungkapnya.

KKN tahun 2018 Universitas Andalas ini diikuti oleh 4.305 orang yang akan disebar ke 169 nagari. Termasuk ke Makassar dan negara tetangga Malaysia 17 orang, Lampung 15 orang, Vietnam 22 orang.

Masuknya elemen civitas academica yang muda dan bersemangat untuk ikut memikirkan pemanfaatan Dana Desa, diharapkan memberikan ide dan inovasi yang berpengaruh positif pada pemanfaatan Dana Desa.

Meskipun keterlibatan mahasiswa tidak menjamin penyelesaian masalah di desa, setidaknya desa mendapatkan manfaat dari keterampilan mahasiswa. Seperti identifikasi masalah, pendataan, pemetaan, yang sudah dipelajari di kampus. Selain itu, desa pun membuka kesempatan pada mahasiswa untuk mengasah dan menguji keterampilan kerjanya dan mendapatkan pemahaman soal pemerintahan.

PEMANFAATAN DANA DESA

Moeldoko juga menyinggung program dana desa yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Menurutnya, semangat masyarakat membangun desa/nagarinya mendapat momentum lewat program dana desa. Lewat program ini desa/nagari di Sumatera Barat bisa melakukan inovasi mengatasi sendiri masalah yang ada di desa.

Dikatakan, dana desa telah mengubah struktur pendanaan dan pelaksanaan program pembangunan. Yang tadinya lewat kementerian dan Pemda, kini dana langsung ditransfer ke desa. Pemerintah juga memberikan pendampingan serta mekanisme musyawarah (atau Musyawarah Desa) untuk menentukan apa yang dibutuhkan warga desa.

Artinya, jika dana tersebut dipakai untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat desa yang dapat diukur secara objektif dan kuantitatif. Oleh karena itu, perlu tekad pemerintah daerah dan civitas academica untuk memperbaiki struktur sosial di desa yang mulai tergerus oleh urbanisasi, ketertinggalan pembangunan, serta penyebaran berita hoax.

Selama ini, banyak yang melontarkan kritik terhadap pemerintah dengan enteng, tanpa mengetahui apa kesulitan dan hambatan yang dihadapi pemerintah, dan tanpa mengakui pemerintah serius bekerja dan ingin melihat pembangunan. Jadi, eksposur mahasiswa pada pemerintahan akan sangat berguna.

Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Universitas Andalas, Padang bertekad membantu memperbaiki kualitas pembangunan desa dan membantu kampus melatih mahasiswa agar memiliki keterampilan kerja seperti identifikasi masalah, advokasi masalah, dll. Kerja sama ini terwujud, berkat kesediaan Pemda, baik provinsi dan kabupaten yang bersedia membuka pintu untuk mahasiswa-mahasiswi setempat.

“Saya sampaikan terima kasih dan pesan khusus agar kerjasama Pemda dengan kampus ditingkatkan lagi,” kata Moeldoko.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close