Pemerintahan

Moeldoko: Sambut Pemilu dengan Gembira, Pelaku Usaha Tak Perlu Cemas

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, para investor, pengusaha dan pelaku bisnis pada umumnya tak perlu takut dengan pelaksanaan Pemilu Serentak pada Rabu, 17 April 2019.

“Pesta Demokrasi di Indonesia ini tidak perlu ditakutkan oleh siapapun. Kita punya pengalaman dan kematangan luar biasa. Tahun lalu, Pilkada digelar secara serentak di 171 daerah, dan berlangsung biasa saja, tidak menakutkan. Pada 2017, Pilkada DKI berlangsung seolah-olah seperti ada perang, tapi ya ternyata biasa saja,” kata Moeldoko dalam bincang bersama media bertopik ‘Menjaga Demokrasi Pada Pemilu 2019’ di Kantin Pojok Istana, Komplek Istana Kepresidenan, Selasa, 16 April 2019.

Panglima TNI 2015-2017 ini menyatakan, ketegangan itu hanya terjadi di media sosial dan kota besar. “Saya berkeliling ke berbagai daerah, di kampung-kampung biasa saja, tuh. Cuma di medsos saja ramai. Jadi ini riaknya hanya di kelompok-kelompok tertentu. Di bawah tidak ada apa-apa, apalagi bagi mereka yang tidak memainkan jarinya,” jelasnya.

Peraih gelar Adhi Makayasa 1981 ini meminta masyarakat menikmati kondisi ini dengan baik. “Kami berharap masyarakat Indonesia menyambut pesta demokrasi dengan rasa happy dengan bersenang hati, kan namanya pesta demokrasi. Caranya dengan datang ke TPS tanpa merasa tertekan dan semuanya memiliki hak politik yang sebebas-bebasnya,” kata Moeldoko.

Untuk itu, Moeldoko mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses Pemilu 2019 kepada penyelenggara pemilu.

“Kami imbau pada masyarakat mempercayakan sepenuhnya pada penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu karena mereka punya pengalaman kerja yang sangat panjang. Demikian juga untuk para pelaku usaha dan investor, serahkan pada kami. Pemerintah, TNI dan Polri siap menghadapi apapun untuk menjaga negara ini,” kata mantan KSAD ini.gm3

Tidak lupa, Moeldoko meminta masyarakat tidak mudah termakan hoaks. Termasuk persepsi miring delegitimasi pada penyelenggara pemilu.

Ditegaskan mantan Pangdam Tanjungpura dan Pangdam Siliwangi ini, pihaknya terus memantau berbagai indikator terkait kondisi keamanan.

“Semua sudah kita prediksi. Kita lihat indikatornya dan kita siapkan mitigasi. Sementara belum ada indikasi kericuhan, tapi kita siapkan kemungkinan-kemungkinan itu. Kita siapkan cara-cara penanganan, baikpenanganan fisik, penanganan intelijen, maupun penanganan hukum,” urainya.gm2

 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close