Pemerintahan

Moeldoko Terima Apirasi Petani Tebu

JAKARTA- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko menerima perwakilan Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Selasa, 5 Juni 2018.

“Kami bermaksud menyampaikan aspirasi terkait kebijakan perkebunan nasional agar bisa disampaikan kepada Presiden,” kata Ketua Dewan Pembina APTRI, Arum Sabil.

Sunardi Yusmanto dari Jawa Timur menyampaikan aspirasi mereka yang kesulitan menjual gula. Selain belum ada swasembada gula, para petani meminta agar harga gula impor diatur.

“Kita harap harga gula diatur, menjelang harga panen tidak boleh ada impor,” katanya.

Mereka juga berharap Keputusan Menteri Pertanian terkait HPP petani dievaluasi. Selain itu, administrasi yang bertele-tele dan kemudahan pembayaran PPh. Saat ini mereka dikenakan 1,5 persen bagi yang memiliki NPWP  dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.

“Kebanyakan petani tidak punya NPWP, sehingga harga 2017 tidak bisa diterima oleh petani, sehinga menjadi gaduh di lapangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suradi, perwakilan APTRI Jawa Tengah, dia berharap agar harga beli dari pemerintah sebesar Rp 10.500 dan harga gula di seluruh Indonesia disamakan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendengar dan mencatat semua aspirasi yang disampaikan. Ia menyampaikan, KSP memiliki program KSP mendengar yang menjadi bahan pertimbangan untuk mencari solusi terbaik. Jalan tengah yang dimaksud yaitu mempertimbangkan kedua belah pihak antara produsen dan konsumen.

“Saya mendengar keluhan-keluhan dengan baik, pahit manis saya sampaikan kepada presiden agar nanti ada perhatian.” Kata Moeldoko.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close