Monyet, Ketapel & Peledak! Ini Rencana 6 Tersangka Gagalkan Pelantikan Presiden    

  • Whatsapp
Polda Metro Jaya merilis enam tersangka yang diduga hendak menggagalkan pelantikan Presiden, Minggu (20/10).

INDOPOLITIKA.COM – Enam tersangka yang diduga mau menggagalkan pelantikan Presiden – Wakil Presiden dengan meledakan gedung MPR, Minggu (20/10) berhasil digagalkan aparat kepolisian. Sebelum beraksi, mereka sudah menyusun rapih pemufakatan jahat ini.

Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, keenam tersangka ternyata masih ada hubunganya dengan mantan dosen IPB Abdul Basith (AB) yang juga merencanakan untuk menggagalkan pelantikan Presiden. AB dan tersangka SH, pernah menjalin komunikasi untuk menggagalkan pelantikan Presiden.

Baca Juga:

“Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 q ayat 1 KUHP bis, Pasal 187 KUHP dengan ancamannya 5 tahun penjara sampai 20 tahun,” ungkap Argo kepada wartawan, Senin (21/10).

Menurut Argo, keenam tersangka yang diamankan itu yakni SH, E, FAB, RH, HRS dan PSM. Mereka tergabung dalam satu grup Whatsapp dan sudah membagi peran masing-masing.

Rencana awalnya, mereka diduga akan melepaskan delapan ekor monyet di gedung DPR dan Istana agar membuat kegaduhan. Cara ini diduga untuk mengalihkan perhatian.

Argo kemudian merincikan beberapa peran tersangka. SH kata Argo, berperan membuat grup dan mencari dana untuk membuat peluru ketapel dan menyediakan ketapel kayu dan besi.

Kedua, tersangka E ikut membiayai pembelian ketapel, menyediakan tempat untuk pembuatan ketapel, serta membantu menyediakan bahan peluru ketapel. E sendiri merupakan ibu rumah tangga yang ditangkap saat sedang membuat peluru ketapel bersama SH di Jatinegara.

Ketiga, tersangka FAB yang berperan membuat peluru ketapel, menyediakan rumah untuk membuat peluru ketapel, dan memberikan dana Rp1,6 juta kepada SH. FAB juga ditangkap di kawasan Jatinegara.

Selanjutnya tersangka RH, dia ditangkap di kawasan Jagakarsa. RH berperan membuat ketapel yang terbuat dari kayu, kemudian menjualnya kepada tersangka SH.

SH memesan 200 ketapel, ketapel yang sudah dijual 22, harganya sebuah Rp8 ribu, total Rp176 ribu. “Tersangka kelima, HRS. Dia ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. HRS juga memberikan dana Rp400 ribu kepada SH, untuk memberikan perlengkapan ketapel peluru,” katanya.

“Dan keenam, tersangka berinisial PSM yang ditangkap di kawasan Bogor, Jawa Barat. Dia disuruh membeli ketapel dan karet cadangan ketapel melalui media online.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *