IMPARSIAL Minta TNI Jangan Arogan Dalam Menyikapi Cuit Nyinyiran Istri TNI

  • Whatsapp
Dandim kendari dicopot

INDOPOLITIKA.COM- Pemberian sanksi berupa pencopotan jabatan dan kurungan 14 hari dipenjara bagi seorang Perwira dan dua prajurit TNI dinilainya sangat berlebihan. Sebab yang melakukan kesalahan adalah para istri mereka. Peneliti Senior Imparsial Anton Aliabbas mengatakan harusnya TNI memberikan hukuman kepada para istrinya saja.

“Itu berlebihan, hukuman yang semestinya tidak dibebankan kepada prajurit. UU 25 Tahun 2014 itu mengatur disiplin bagi prajuritnya, bukan bagi keluarganya,” kata Anton

Baca Juga:

Anton menambahkan dalam kasus cuit nyinyiran istri TNI kepada Wiranto harusnya TNI tidak boleh arogan dengan langsung memberikan hukuman kepada prajurit. Padahal kesalahan ada kepada istri mereka. Praduga tidak bersalah tetap harus dikedepankan sampai proses hukum selesai.

“Pertama, dugaan tindak pidananya sendiri kan harus dibuktikan pengadilan baru dinyatakan bersalah atau tidak. Kedua, yang melakukan bukan prajuritnya, tapi istrinya,” ujarnya.

Sekali lagi Anton menyayangkan langkah reaktif yang diambil oleh KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa yang langsung memberikan sanksi kepada Kolonel Kav. Hedi Suhendi Komandan Kodim 1417 Kendari, Sersan Dua Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung dan Peltu YNS dari Satpomau Lanud Muljono Surabaya dicopot dari jabatannya.

“Disayangkan penghukuman ini, tidak bisa dibenarkan, berlebihan. Jangan sampai jadi kebiasaan. Bahwa ada etika bermedsos itu penting, tapi enggak pas untuk model eksesif seperti ini. Dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” tukasnya. (pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *