INDOPOLITIKAManchester United kehilangan kesempatan untuk naik ke posisi 5 besar Liga Premier ketika mereka ditahan imbang 1-1 oleh tim ‘lampu merah’ West Ham pada putaran ke-14.

Bermain di Old Trafford melawan tim peringkat ke-18, ManUtd masih belum mampu mendominasi permainan. “Setan Merah” membuka skor berkat tembakan menyambung dari bek Diogo Dalot, tetapi diimbangi oleh rebound Soungoutou Magassa dari tendangan sudut.

Meski gagal menang, tuan rumah tetap naik dua peringkat, menyalip Everton dan Liverpool untuk mencapai posisi kedelapan. Namun, itu tidak cukup untuk menghindari ejekan dan siulan di akhir pertandingan.

Pada laga ini, MU tidak diperkuat tiga bek tengahnya yakni Harry Maguire, Leny Yoro, dan Matthijs de Ligt karena cedera.

Ruben Amorim kembali memainkan penyerang Matheus Cunha setelah absen dua pertandingan, dan Cunha langsung menjadi starter bersama Bryan Mbeumo dan Joshua Zirkzee.

Namun, Cunha tidak bermain sesuai harapan karena menyia-nyiakan peluangnya.

Man Utd baru membuka skor berkat situasi yang agak goyah. Tembakan jarak jauh Casemiro menyerempet pemain tim tamu, dan bola mencapai Diogo Dalot dari jarak kurang dari 10 meter.

Bek asal Portugal itu berbalik dan melepaskan tembakan rendah melintasi sudut gawang untuk mencetak gol pertamanya di Liga Primer sejak musim 2023-2024.

Namun, dari tendangan sudut West Ham pada menit ke-83, bek Noussair Mazraoui tidak mampu menghalau bola dengan cukup jauh, sehingga Magassa dapat menyambar bola ke gawang kosong dari jarak 10 meter.

Namun, gol penyeimbang ini tidak cukup untuk membantu West Ham lolos dari zona lampu merah, karena mereka masih tertahan di posisi ke-18.

Pertandingan juga diwarnai kontroversi ketika pada menit ke-87, bek tim tamu Aaron Wan-Bissaka menekel bola dari belakang Patrick Dorgu, tetapi wasit Andrew Kitchen justru memberikan keunggulan kepada tim tuan rumah.

Sebelumnya, Wan-Bissaka telah menerima kartu kuning. Jika ia menerima kartu lagi, mantan bek Man Utd itu akan diusir keluar lapangan.

Man Utd membutuhkan gol di penghujung pertandingan, tetapi pelatih Amorim tidak memasukkan pemain-pemain menyerang seperti Kobbie Mainoo atau Shea Lacey.

Pada menit ke-88, ia hanya memasukkan bek tengah Lisandro Martinez untuk menggantikan Luke Shaw.

Ketika melihat penonton berdiri untuk bertepuk tangan bagi para pemain Man Utd yang digantikan, mantan kapten Roy Keane merasa kesal.

“Setiap pemain Man Utd sekarang mendapat tepuk tangan,” kata Keane di Sky Sports.

“Ekspektasi tim telah jatuh terlalu rendah,” sambungnya.

Usai pertandingan, pelatih Ruben Amorim mengakui bahwa Man Utd kehilangan kendali setelah unggul lebih dulu.

“Kami kalah ketika kami berjuang keras merebut bola, umpan silang kami buruk, dan para pemain di kotak penalti tidak memilih posisi yang tepat dengan banyak peluang mencetak gol,” tambah pelatih asal Portugal itu.

“Kami kehilangan dua poin, jadi kami harus memenangkan pertandingan berikutnya,” imbuhnya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com