Muhamad, Bakal Calon Walikota Tangsel Dinilai ‘Gagap’ Persoalan Pembangunan

  • Whatsapp
Pengamat Politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Miftahul Adib.

INDOPOLITIKA.COM – Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan Periode 2020-2025 Muhamad, dinilai gagap mengenai persoalan pembangunan di Tangsel. Balon yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) itu tak mampu melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Demikian penilaian itu disampaikan Pengamat Politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Miftahul Adib. Menurut dia, kegagapan Muhamad terlihat saat dia memaparkan visi misi yang disampaikan dihadapan panitia seleksi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Berita Lainnya

“Muhamad seperti tidak mampu melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Tangsel, dimana retorik normatif semata yang disampaikannya di hadapan penguji PSI, tidak ada argumentasi baru dan terbarukan,” kata Adib, kepada Indopolitika.com, pada Minggu (18/01/20).

Contohnya, kata Adib, masalah sosial kemasyarakatan yang mencakup persoalan perekonomian dan banjir, tidak bisa diurai dengan baik oleh Muhamad, sehingga terlihat gamang dan kurang meyakinkan dalam menyampaikan argumentasinya.

“Harusnya, sebagai orang nomor tiga dilingkungan pemeritahan, dia (Muhamad) bisa menjelaskan detail masalah dan langkah apa yang akan diperbuatnya baik saat peristiwa kejadian maupun ketika menjabat sebagai walikota mendatang,” ucapnya.

Dikatakan Adib, retorik yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel itu sangat bisa diterima apabila yang menyampaikan adalah kontestan dari luar pemerintahan.

“Sebagai orang dalam pemerintahan, saya sangat tidak bisa memahami argumentasi yang disampaikan tersebut,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Dosen Komunikasi Politik ini menegaskan, sebagai Sekda dan juga Ketua Tim Penyusunan Anggaran, Muhamad harusnya bisa dan jeli bagaimana melihat dan menata Tangsel dimasa mendatang.

“Inikan langkah dan arah pembangunan rutinitas yang harus bisa diurai dan diselesaikan dengan baik oleh seorang Sekda tidak terkesan gagap kaya begini kelihatannya,” paparnya.

Tapi di sisi lain, Adib menilai wajar, jika Muhamad tak menyampaikan kelemahan dan persoalan Tangsel, lantaran alasan takut untuk ‘dikuliti’ kelemahannya, karena dia adalah bagian dari pemkot Tangsel saat ini.

“Masih sungkan istilahnya. Bagaimanapun, dia adalah ASN, anak buah walikota saat ini. Ketika dia menyalahkan sebuah kebijakan misalnya, maka maknanya dia menyalahkan dirinya sendiri. Ada rasa tak pantas jika mengkritik bosnya begitu,” pungkasnya.[asa]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *