Pilpres

Muhammadiyah Nyatakan Tetap Netral

Indopolitika.com, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan netral dalam Pilpres 2019. Secara organisasi, mereka berkomitmen tak mendukung siapapun.

Pernyataan ini untuk menanggapi adanya deklarasi dukungan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API). API adalah kumpulan dari eksponen Muhammadiyah dan Aisyiyah yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

“Secara organisasi Muhammadiyah netral. Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis yang bersifat kepartaian dan kekuasaan. Sesuai dengan khittah Denpasar, Muhammadiyah terlibat dalam politik nilai dan politik kebangsaan (high politics). Kalau ada yang terlibat dalam tim sukses, itu merupakan afiliasi pribadi bukan organisasi,” kata Sekjen PP Muhammadoyah Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Senin (4/3).

Kendati menyatakan netral dalam Pilpres 2019, warga Muhammadiyah tidak dilarang untuk ikut dalam kancah politik. Namun, mereka diminta untuk bersikap dewasa dan menjaga kerukunan.

“Muhammadiyah memberi kebebasan kepada anggotanya untuk terlibat dalam politik, tetapi hendaknya semuanya bersikap dewasa dengan tetap mematuhi ketentuan persyarikatan dan menjaga kerukunan serta membina persatuan,” ucap Mu’ti.

Terkait sumbangan suara yang dijanjikan API untuk Prabowo-Sandi, kata Mu’ti, itu suatu yang berlebihan. Karena pada umumnya suara warga Muhammadiyah terpecah ke petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun ke Prabowo-Sandi.

“Saya kira 25,7 juta suara itu agak berlebihan. Waktu pak Amien Rais, mantan ketua umum PP Muhammadiyah dan salah satu putra terbaik Muhammadiyah, maju sebagai calon presiden tahun 2004, jumlah dukungan warga Muhammadiyah tidak sebesar itu,” tutur Mu’ti.

“Bahkan ada lembaga survei yang menyebutkan mayoritas warga Muhammadiyah justru mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dukungan untuk Prabowo-Sandi disampaikan oleh API di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (3/3). API mengklaim sebanyak 90 persen warga Muhammadiyah akan memberikan suara untuk pasangan nomor urut 02.

“Diperkirakan 90 persen lebih warga Muhammadiyah-Aisyiyah se-Indonesia akan memilih pasangan 02 ini, karena memang secara visi-misi, kapasitas, dan kualitas, pasangan ini dipandang lebih mampu menjawab tantangan persoalan bangsa yang demikian kompleks,” ujar Dewan Pengarah API, Suyatno.

(JPC)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close