Internasional

Muncul Isu Penipuan, Tiongkok Awasi Produksi Vaksin Rabies

Tiongkok awasi peredaran vaksin rabies usai ditemukan penipuan (Foto: AFP).

Beijing: Kasus penipuan dalam sektor produksi vaksin memicu pengawasan ketat atas obat-obatan di Tiongkok. Badan Pengawas Obat Tiongkok melakukan pemeriksaan atas produksi vaksin secara nasional.
 
Lembaga Pengawas Obat Negara (SDA) mengatakan pada Rabu 25 Juli 2018 bahwa mereka telah mengirimkan tim inspeksi untuk menyelidiki secara menyeluruh proses-proses dan rangkaian produksi vaksin dari setiap produsen.
 
Ketakutan akan keamanan produk muncul bersamaan dengan perusahaan farmasi besar Changsheng Biotechnology diberi peringatan dan diperintahkan untuk menghentikan produksi vaksin rabies.
 
Seperti dilansir AFP, Kamis 26 Juli 2018, kasus ini menjadi agenda nasional ketika para orangtua dan konsumen lainnya melampiaskan kemarahannya kepada produsen vaksin.
 
Di timur laut kota Changchun, polisi mengumumkan pada Selasa bahwa 15 orang telah ditangkap karena "dicurigai melakukan tindak pidana", salah satunya termasuk direktur perusahaan.
 
Pemerintah mengatakan bahwa vaksien rabies yang bermasalah tidak pernah didistribusikan, Changsheng mengaku hanya mengirim vaksin sub-standar terpisah untuk difteri, batuk rejan dan tetanus.
 
Amarah publik yang mendalam terungkap di media sosial membuat pemerintah lengah dan para pemimpin nasional berjuang serta bersumpah untuk membersihkan sektor farmasi secara menyeluruh.
 
Menurut media pemerintah, Presiden Xi Jinping menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan perusahaan vaksin ini "keji dan mengejutkan".
 
Walaupun Partai Komunis berulang kali memberikan janji untuk mengatasi masalah di negara tersebut, Tiongkok terus-menerus dilanda skandal yang melibatkan makanan beracun, narkoba, dan produk lainnya. (Khalisha Firsada)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close