Muncul Lagi, PKS Ingin Ambang Batas Presiden Jadi 10 Persen

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ingin ambang batas presiden (presidential threshold) diturunkan menjadi 10 persen. Sebab, ketentuan ambang batas yang berlaku sekarang membuat PKS kewalahan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Sebelumnya, pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan ‘Pasangan calon (Paslon) yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya.’

Berita Lainnya

“Sayangnya dengan tidak ada revisi UU Pemilu, kami agak kerepotan. Kami PKS berharap Presidential Threshold itu 10 persen saja,” ucap Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam diskusi virtual, kemarin.

Menurut Mardani, pemangkasan ambang batas presiden akan membuat pilihan capres mendatang lebih beragam. Ia menilai semakin banyak pilihan semakin bagus untuk kontestasi karya dan gagasan bukan perpecahan.

“Kalau cuma dua pasangan maka peluang divided lebih besar. Makanya kita perlu menyelesaikan masalah ini,” ucap dia.

“Yang kami inginkan suksesi nanti kontestasi karya dan gagasan bukan pertarungan. Ini yang harus diatur,” imbuhnya.

Meski begitu, Mardani mengaku PKS sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Pilpres 2024. Strategi pertama, penokohan. Ia mengatakan, masyarakat Indonesia lebih banyak memperhatikan penokohan daripada Visi Misi dari suatu partai.

“Misi program partai penting tetapi dengan tingkat sekolah rata-rata 7 tahun. Ambilah SMP kelas 1. Sangat susah mendiskusikan sesuatu yang strategis yang ada hanya tokoh-tokoh,” ucapnya.

Strategi kedua, kata Mardani, yaitu narasi. Menurutnya, untuk pilpres 2024 harus ada capres yang menawarkan narasi yang bagus untuk Indonesia.

“Kita perlu ada capres yang merevisi sistem politik kita yang cenderung politik dinasti, demokrasi yang sakit,”ungkapnya.

Terakhir, Mardani menjelaskan PKS akan memaksimalkan penggunaan teknologi dan big data untuk pemetaan pemilih pada 2024 mendatang.

Strategi itu terinspirasi dari pilpres di Amerika Serikat tahun 2016 ketika Donald Trump bersaing dengan Hillary Clinton.

“Media sosial ini mungkin akan menjadi tool yang utama. Tahun 2016 Dengan bantuan Cambridge Analytica, Donald trump bisa menang dari Hillary Clinton. Big data ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *