Pilkada

Musa Rajekshah Akan Prioritaskan Program Pengentasan Kemiskinan di Sumut

Sumut, Indopolitika.com — Masih tingginya angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membuat miris dan prihatin bakal calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. Angka kemiskinan Sumut mencapai 1,32 juta jiwa atau setara 9,28 persen dari jumlah penduduk. Menurutnya, angka itu masih terbilang tinggi dan harus diperendah, intinya kemiskinan wajib diberantas. Angka kemiskinan harus rendah.

Bang Ijeck, demikian biasa Musa Rajekshah disapa, menyatakan kemiskinan memang sulit dihilangkan tapi seharusnya bisa ditekan. Apalagi Sumut punya potensi ekonomi yang luar biasa. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dahsyat dengan letak geografis yang strategis. “Kalau diurus dengan benar, saya yakin Sumut bisa sejahtera. Kita ini daerah kaya, seharusnya kemiskinan rendah di sini. Pengentasan kemiskinan adalah prioritas kami,” demikian disampaikan tokoh muda Sumut ini kepada media saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (21/3).

Lebih jauh Bang Ijeck memaparkan, angka kemiskinan bisa diturunkan jika rakyat Sumut mau bersatu dan berperan aktif bahu-membahu bersama pemerintah serta mendorong ketangguhan diri untuk mau berkarya, bekerja, mengembangkan diri, mau belajar serta cepat adaptasi dengan kemajuan teknologi dan kondisi nyata di daerahnya.

“Di era ini setiap orang dituntut untuk tangguh. Harus kuat. Jangan berhenti belajar dan beradaptasi. Kini teknologi semakin canggih, kreativitas harus jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak cara sudah berubah, sistem pemasaran berubah, sistem pembayaran juga berubah, ada e-commerce, ada e-money. Untuk itu peningkatan kapasitas menjadi urgen,” katanya bersemangat.

Musa Rajekshah menyampaikan, jika ia dan Pak Edy Rahmayadi dipercaya rakyat untuk memimpin Sumut, mereka berdua akan mendorong sinergi antara dunia perbankan dengan usaha mikro dan kecil. Rakyat juga akan dibuat melek teknologi dan perkembangan kekinian soal permasaran dan inovasi. Dunia usaha akan didorong untuk membangun industri di daerah. Mereka juga akan meningkatkan peran pemerintah menjalankan program pengentasan kemiskinan berdasarkan peta masalah di setiap daerahnya.

“Setiap kabupaten dan kota punya masalah berbeda, dengan sendirinya solusi akan berbeda. Namun ada yang harus sama pada pembinaan sumber daya manusianya yaitu mereka harus dibuat siap menghadapi tantangan global dan kemajuan zaman.

Hal lain yang diyakini Ijeck mampu menurunkan angka kemiskinan adalah perbaikan proses penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya bantuan sosial harus dibikin konvergen, harus lebih terarah dan fokus. Tidak boleh lagi masing-masing sasarannya tidak konvert. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close