Daerah

Musa Rajekshah: Soliditas Kawan-Kawan Hindu Tamil Di Sumut Luar Biasa

LubukPakam – Umat Hindu Tamil di Kabupaten Deliserdang memperingati Hari Kemenangan Dewa Murugan, Jumat (30/3/2018) malam di Kuil Shri Thendayutha Bani Lubuk Pakam.Acara yang juga disebut sebagai Perayaan Pangguni Uthiram itu, turut dimeriahkan kehadiran Calon Wagubsu H Musa Rajekshah.

Hadir di sana Ketua Kuil Shri Thendayudhabani Bapak Rajendra, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Sumut M Manugren dan Ketua Parisada Hindu Dharma Deliserdang Siwa Murti.

Pantauan wartawan, Musa Rajekshah tampak menjadi idola warga Hindu Tamil yang hadir. Bang Ijeck, sapaan karibnya, tampak beberapa kali turut dalam acara adat dan budaya yang ditampilkan.

Tarian klasik India atau dikenal dengan nama Bardanatiam juga ditampilkan. Tarian itu biasa ditampilkan dalam perayaan-perayaan khusus. Ijeck beberapa kali sumringah menyaksikan tarian itu.

“Soliditas kawan-kawan Hindu Tamil.di Sumut ini luar biasa. Setiap acara pasti kompak dan meriah. Saya bersyukur bisa diundang dan hadir di acara ini,” kata Ijeck.

Menurutnya, bertahun-tahun keberagaman hidup dan tumbuh di ibukota Kabupaten Deli Serdang, memberi warna khas yang tak dimiliki oleh wilayah lain yang ada di tanah air.

“Kita tak perlu jauh ke India, di Deliserdang di Kuil Shri Thendayutha bani ini ada keberagaman budaya. Kuliner khas negeri Bollywood juga banyak di sini. Saya dan Pak Edy Rahmayadi menegaskan kekayaan budaya ini harus terus dipertahankan,” papar Ijeck.

Bang Ijeck juga menyinggung keberadaan Kuil Shri Tendhayutha Bani yang telah berusia lebih dari 1 abad.

“Ini menjadi bukti jejak Tamil telah mengakar kuat di sini,” kata Ijeck.

Sejatinya, Panguni Uthiram adalah perayaan ulang tahun Dewa Murugan, dewa kejayaan panglima para dewa kepercayaan Hindu Tamil.

Disebut Panguni karena berlangsung pada bulan Panguni sekitar Maret atau April, dalam penanggalan Masehi. Sedangkan Uthiram bermakna purnama puncak.

Prosesi itu adalah wujud syukur atas segala berkah sekaligus momentum untuk melengkapi mereka yang ingin membayar nazar.

Setelah dibasuh dengan air suci labu dan jeruk, sesaji lain diletakkan di sekeliling kuil. Tujuannya untuk memagari atau menyakralkan kuil agar perayaan berlangsung hikmad.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close