Daerah

Mustofa Widjaja: Ayo Warga Kepri Taat Bayar Pajak

Pajak merupakan sektor penting pemasukan negara. Sebesar 70 persen dari seluruh penerimaan negara digunakan untuk pembangunan insfrastuktur jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas dan kantor polisi. Kemudian, hasil pajak juga digunakan untuk biaya pendidikan, kesehatan, subsidi BBM, gaji PNS, dan pembangunan fasilitas publik. Semakin besar pajak yang didapat, maka semakin banyak pula fasilitas dan insfrastuktur yang dibangun.

Demikian dijelaskan oleh calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau (Kepri), Mustofa Widjaja. Dirinya menekankan betul pentingnya membayar pajak bagi masyarakat Kepri.

“Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Lewat hasil pajaklah pembangunan bisa berjalan. Untuk itu, masyarakat harus sadar bahwa pajak berperan penting dalam mendukung perekonomian dan pembangunan negara,” kata Mustofa Widjaja, Jum’at (31/08/2018).

Mustofa merasa prihatin dengan fakta yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Anjar Wijaya, bahwa kesadaran pemilik kendaraan bermotor di Kepri sangat rendah untuk membayar pajak.

Anjar mengatakan dari total kendaraan yang mencapai 1,2 juta unit, hanya 50 persen yang aktif membayar pajak setiap tahunnya. Padahal menurutnya, kalau semua pemilik kendaraan tersebut sadar pentingnya membayar pajak, hal itu bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar.

“Jelas saya merasa prihatin mendengar apa yang disampaikan oleh pak Anjar, bahwa hanya 50 persen pemilik kendaraan bermotor di Kepri yang mau membayar pajak,” ungkapnya.

Mustofa Widjaja menambahkan, dengan PAD yang besar itu, tentu saja memudahkan pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena mendapat sokongan dana yang besar.

Demi kelancaran pembangunan daerah, maka Mustofa Widjaja yang juga mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Batam) ini mengimbau agar warga Kepri taat membayar pajak.

Apalagi menurut undang-undang yang berlaku, membayar pajak tidak hanya kewajiban namun juga hak dari seluruh warga negara untuk berpartisipasi dan berperan serta terhadap pembangunan nasional.

Mustofa Widjaja menegaskan bahwa masyarakat harus sadar, uang pajak yang telah dibayarkan digunakan oleh pemerintah daerah untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk untuk membiayai pembangunan.

Selanjutnya, dari pembangunan tersebut membuka kesempatan kerja untuk masyarakat serta meningkatkan pendapatan masyarakat pula.

“Ayo warga Kepri taat bayar pajak. Pajak bukan hanya kewajiban tapi hak dari semua warga negara. Maka, kalau Kepri ingin maju, pembayaran pajak pun harus lancar, jangan ditunda-tunda apalagi ada niatan untuk tidak membayarnya,” pungkas Mustofa Widjaja. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close