Daerah

Mustofa Widjaja: Mari Ajarkan Sikap Kejujuran Demokrasi Pada Generasi Muda

Batam – Perjalanan demokrasi paska era reformasi telah berjalan secara efektif dan penuh warna, terbukti beberapa hajat pemilihan umum (pemilu) di negara ini berjalan dengan cukup lancar, terlepas masih saja terdapat celah permasalahan yang tentu harus menjadi evaluasi semua pihak.

“Kualitas demokrasi harus meningkat, sebab tanpa demokrasi yang sehat dan berkualitas, kehidupan bernegara yang menerapkan sistem demorasi ini akan terseok-seok,” kata Mustofa Widjaja saat ditemui awak media di kediamannya di kawasan komplek Telkom, kecamatan Sekupang, Kota Batam, Selasa (4/8).

Calon anggota DPD RI periode 2019-2024 Dapil Kepulauan Riau (Kepri) ini mengungkapkan, dalam konteks demokrasi Indonesia pada dasarnya semua masyarakat menginginkan kejujuran dalam demokrasi. Akan tetapi menurut Mustofa, pada saat moment pemilu sebagian besar tingkat kejujurannya merosot.

“Pemilu yang jujur dan adil (Jurdil) menjadi cita-cita bersama, jangan sampai pesta demokrasi diwarnai dengan ketidakjujuran yang berdampak pada merosotnya moral generasi bangsa. Kita tunjukkan dan kasih pembelajaran kepada generasi muda bahwa demokrasi harus penuh dengan nilai-nilai kejujuran,” ungkap Mustofa.

Ia pun menegaskan, para elit politik mulai dari pengurus dan simpatisan partai politik, begitu juga para kandidat calon legislatif (caleg) harus memberikan pelajaran kepada masyarakat dan generasi muda akan pentingnya kejujuran dalam demokrasi.

“Jika para elit politik saja tidak berlaku jujur, maka jangan harap pesta demokrasi berjalan dengan baik. Mari tingkatkan kualitas demokrasi kita dengan menanamkan modal kejujuran pada diri kita,” tegas Mustofa.

Anggota Dewan Pakar ICMI Pusat ini menambahkan, jelang tahun politik di pemilu 2019 nanti, ia berharap kepada semua pihak untuk tetap mendahulukan etika dan moral serta menghormati rambu-rambu hukum yang sudah ada, sehingga tercapai penyelengaraan demokrasi yang baik dan sehat.

“Etika bepolitik harus dikedepankan, jangan sampai pesta demokrasi merusak persatuan dan memberikan kesan buruk terhadap generasi muda saat ini. Demi tegaknya demokrasi yang adil, proses penegakan hukum pun harus tetap berjalan jika ada pelanggaran-pelanggaran,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close