Daerah

Mustofa Widjaja Sebut Sudah Saatnya Kota Batam Menjadi Motor Ekonomi Indonesia

Mustofa Widjaja, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebut Batam sudah saatnya jadi motor ekonomi Indonesia.

“Ini berdasar pada posisi strategis Batam yang tidak dimiliki daerah lain,” terang Mustofa Widjaja, di Batam, Rabu (19/9).

Mantan Ketua BP Batam ini mengatakan letak geografis Batam adalah nilai istimewa untuk menunjang kemajuan ekonomi.

“Kita dengan mudah dapat berhubungan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan seterusnya. Ini takdir istimewa yang diberikan Tuhan kepada kita. Sudah saatnya Batam menjadi motor ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Letak geografis di lintasan jalur pelayaran internasional membuat Batam mampu langsung menggenjot ekspor guna menyeimbangkan nilai tukar rupiah yang sedang merosot.

“Dibanding kota-kota lain di Indonesia, Batam lah yang paling depan bersinggungan dengan negeri tetangga. Ini peluang bagi kita untuk lebih giat mengekspor barang,” imbuhnya.

Karena itu di tengah potensi krisis keuangan yang dialami Indonesia saat ini, Mustofa Widjaja yakin Batam mampu memegang peran sentral.

“Dengan jarak yang begitu dekat ke dunia internasional, mari kita pacu ekonomi Kota Batam. Cita-cita awal berdirinya kawasan otorita Batam, yang sekarang sudah berkembang menjadi Kota Batam adalah agar mampu menjadi pesaing Singapura. Saya mengajak seluruh masyarakat Batam untuk mengejarnya,” papar Mustofa bersemangat.

Mustofa Widjaja menambahkan pentingnya menanamkan kesadaran sejarah kebesaran Kesultanan Riau-Lingga kepada sekolah-sekolah, universitas, instansi pemerintahan, serta masyarakat Kepri secara luas.

“Singapura, bahkan juga sebagian Malaysia saat ini pernah menjadi bagian dari negeri Kesultanan Riau-Lingga. Aktivitas pelayaran dengan interaksi ekonomi yang aktif harus kita maksimalkan. Hari ini saja orang Kepri masih terbiasa berlayar dari satu pulau ke pulau lain. Laut bukan penghalang bagi orang Kepri, laut adalah penghubung, laut adalah konektivitas,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close