Internasional

Myanmar Dianggap Gagal Sepakati Pemulangan Rohingya

PM Bangladesh Sheikh Hasina. (Foto: AFP)

New York: Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyebut Myanmar gagal menyepakati komitmen untuk memulangkan kembali pengungsi Rohingya yang saat ini bermukim sementara di Cox's Bazar dan Kutupalong, Bangladesh.

Ucapan ini dilontarkan Hasina ketika berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York, Amerika Serikat.

"Kami terkejut dengan apa yang kami lihat dalam laporan tim pencari fakta PBB tentang kekejaman terhadap Rohingya. Ini sama saja dengan genosida," kata Hasina, dikutip dari AFP, Jumat 28 September 2018.

Lantas, ia meminta dukungan internasional untuk 1,1 juta pengungsi Rohingya yang sekarang ada di Bangladesh dan mendesak solusi damai terkait krisis ini.

Baca: PBB Sebut Militer Myanmar Bertanggung Jawab atas Genosida di Rakhine

"Meskipun Myanmar sudah berkomitmen untuk mengambil kembali Rohingya, kenyataannya sampai sekarang pihak berwenang Myanmar belum menarik mereka," tutur Hasina.

Tekanan internasional meningkat di Myanmar ketika tim pencari fakta PBB dan juga Amnesty Internasional membeberkan sejumlah fakta dalam laporan setebal 400 halaman.

Disebutkan bahwa sejumlah jenderal militer Myanmar melakukan kekerasan dan kejahatan terhadap Rohingya di Rakhine State pada Agustus 2017 lalu.

Baca: Menlu RI Tegaskan Repatriasi Rohingya Harus Segera Terlihat

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Aung San Suu Kyi, tidak menggunakan posisinya sebagai pemimpin de facto Myanmar untuk menghentikan atau mencegah genosida tersebut.

Pemerintah Myanmar hingga saat ini masih menolak tuduhan kekejaman yang dilayangkan dari dunia internasional terkait genosida di Rakhine dan pembersihan etnis.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close