Nah Loh, Jokowi Diusulkan jadi Dewas KPK

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menilai Dewan Pengawas (Dewas) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki tugas penting untuk lembaga antirasuah tersebut.

Nantinya, kata Hasto, Dewas KPK akan bekerja aktif demi mencegah penyalahgunaan wewenang di komisi yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 itu.

Baca Juga:

“Menjadi Dewan Pengawas itu tidak pasif, penuh dengan direction (bimbingan), sangat proaktif. Dia betul-betul mengawasi agar tidak terjadi (penyalahgunaan) kewenangan, tetapi di saat yang sama mengawasi misi pemberantasan korupsi itu dapat berjalan dengan makin tinggi lagi,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (3/11/2019).

Mengacu tugas penting itu, Hasto meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berhati-hati memilih figur untuk Dewas KPK. Meski pengisian Dewas KPK untuk pertama kalinya tanpa melalui panitia seleksi, Hasto meyakini Presiden Ketujuh RI itu bisa mencari figur tepat.

“Justru dengan melihat tugasnya yang begitu penting, kami meyakini (Presiden Jokowi) akan berhati-hati dan dengan saksama memilih sosok yang kredibilitasnya tinggi untuk dewan pengawas,” kata dia.

Lagi pula, lanjut Hasto, Presiden Jokowi selalu memiliki orientasi yang jelas ketika menunjuk pejabat tinggi negara. Menurut Hasto, pilihan Jokowi selalu mengacu pada kredibilitas, integritas dan rekam jejak.

“Terlebih yang akan ditugaskan di dewan pengawas. Itu sebuah syarat-syarat terhadap rekam jejak, integritasnya, kompetensinya di bidang untuk melakukan pengawasan sekaligus mendorong pemberantasan korupsi berjalan masif melalui proses pencegahan,” tutur Hasto.

Sebagai informasi, pembentukan Dewan Pengawas tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Mengacu Pasal 69A Ayat (1) UU itu, ketua dan anggota Dewan Pengawas KPK untuk pertama kali ditunjuk dan diangkat oleh Presiden RI.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengharapkan semua tidak berburuk sangka kepada pimpinan lembaga antirasuah yang baru. Menurut Agus, kepemimpinan KPK di bawah Firli Bahuri Cs pasti akan membawa manfaat positif.

“Dulu waktu kami memimpin, boleh dikatakan orang memandang skeptis, kok pilihannya ini?” kata Agus di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/10) lalu.

Agus mengaku pernah merasa tidak dipercaya saat baru memimpin KPK. Karena itu, Agus meminta semua pihak agar tidak perlu khawatir dengan kepemimpinan KPK periode Firli. Sekalipun, keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) sesuai UU KPK yang baru diberlakukan itu belum terbentuk hingga saat ini.

“Nggak usah khawatir. Dilihat saja nanti dalam perjalanan waktu. Mungkin lebih baik ada Dewas, ada pimpinan, bisa saling bersinergi,” ucap Agus.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *