Nah Loh, Tender Stadium BMW Selisih Rp 300 Miliar

Yang Paling Tinggi Nominalnya Menang Tender
  • Whatsapp
Gubernur DKI JAkadta Anies Baswedan saat melihat mokap Stadion BMW

INDOPOLITIKA – Hasil tender Stadion Jakarta Internasional Stadiion (JIS) atau biasa dikenal dengan Stadion BMW bikin gaduh Kebon Sirih. Sebab, terdapat selisih Rp 300 miliar dalam penentuan pemenang tender stadion terbesar di Jakarta itu.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Ima Mahdiah mengatakan, tender ini menjadi perhatian lantaran PT Wijaya Karya memenangkan tender dengan nilai lebih tinggi dibandingkan PT Adhi Karya.

Baca Juga:

“Ini jadi gaduh karena hasil akhir lelangnya memenangkan KSO WG-JAKON-PP sebesar Rp 4,08 triliun lebih mahal dari KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya,” katanya kepada wartawan Selasa (10/9).

Untuk itu, dia meminta kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menjelaskan menjelaskan mengenai proses tender tersebut. Bagaimana BUMD tersebut bisa memenangkan PT WIjaya Karya dengan nilai penawaran paling tinggi.

“Jakpro dan Pemprov harus menjelaskan alasan kenapa akhirnya memilih KSO yang lebih mahal. Jika perlu KPK harus turun tangan, karena ini pembangunannya menggunakan uang rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Partai Golkar berencana akan memanggil PT Jakpro untuk meminta penjelasan terkait dengan hasil tender Stadion JIS tersebut.

Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Yudhistira Ramadhani mengatakan, pihaknya masih akan memanggil PT Jakpro untuk mengetahui detail mengenai tender Stadion BMW. Untuk itu, dia menambahkan, Golkar masih menunggu alat kelengkapan dewan selesai dibentuk.

“Kalau sudah terbentuk, Komisi B dan C akan mempertanyakan pemenangan ini. Ya mudah-mudahan ini enggak ada masalah, tidak ada kongkalikong di tender ini,” katanya.

Pemanggilan ini nantinya akan mendalami mengenai mekanisme proses tender. Mengingat perbedaan nilai tender mencapai Rp 300 miliar, dia menjelaskan, dana tersebut bisa dipergunakan untuk lainnya.

“Bedanya besar sekali Rp 300 miliar bisa digunakan yang lain, ini harus pendalaman. Nanti setelah alat kelengkapan dewan selesai kita akan menanyakan itu ke Jakpro,” tegasnya.

Walaupun begitu, Yudistira menilai, memercayai peserta tender, PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya, mampu mengerjakan pembangunan stadion terbesar di Jakarta tersebut.

Untuk diketahui peserta tender pembangunan Stadion BMW hanya diikuti 2 peserta. Peserta kerja sama operasional (KSO) pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP.
Sementara KSO kedua, PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.
Menariknya, KSO Wijaya Karya menang dengan nilai penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan KSO Adhi Karya. Dalam dokumen Pengumuman Peringkat Nomor: 006/KU5000/102/VII/2019 tertanggal 8 Agustus 2019, KSO Adhi Karya memberikan harga penawaran Rp 3.782.969.000.000, atau lebih rendah Rp 300 miliar dari KSO Wijaya Karya.

Dalam dokumen tersebut, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14 persen dan nilai harga 27,78 persen. Sementara KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17 persen dan nilai harga 15 persen.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *