Najib Razak Disebut Minta Bantuan AS Menangkan Pemilu

  • Whatsapp
Mantan PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP)

Kuala Lumpur: Belum usai polemik skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), kini mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituding meminta bantuan Amerika Serikat (AS) untuk memenangkan dirinya saat pemilu Mei kemarin.

Diduga, ada pejabat yang mengirimkan surat ke Badan Intelijen AS atau CIA yang ditujukan untuk Direktur CIA, Gina Haspel, yang berisi permintaan dukungan ke AS dalam sebuah acara yang digelar oleh koalisi UMNO, Barisan Nasional.

Baca Juga:

Surat tersebut diketahui tertanggal 4 Mei 2018, lima hari sebelum pemilu yang jatuh pada 9 Mei 2018. Namun, ketika dikonfirmasi, Najib tak menyangkal atau membenarkan. 

"Saya tidak tahu. Surat itu bukan saya yang menulis. Anda harus bertanya kepada yang menulis, bukan saya," kata Najib, dikutip dari Bernama, Jumat 27 Juli 2018.

Surat dengan tiga halaman tersebut diduga ditulis oleh seorang pejabat senior intelijen Malaysia di bawah kabinet bentukan Najib saat itu,bernama Hasanah Ab Hamid. 

"Bahkan jika kami hanya menang satu kursi, kami harap AS bisa mendukung kami. Saya harap, Anda bisa menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri AS untuk mendukung pemerintahan saat ini," begitu isi surat kepada Haspel tersebut. 

Namun, hingga sekarang belum ada tanggapan dari pihak AS maupun Barisan Nasional soal dugaan permintaan dukungan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *