Nato Ketar-ketir Lihat Kedahsyatan Perkembangan Kekuatan Militer Cina

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ketar-ketir lihat perkembangan kekuatan militer Cina. Sekretaris Jenderal NATO, Jen Stoltenberg menyatakan, perkembangan kekuatan militer Cina bakal berdampak terhadap keamanan kawasan Asia terkait sengketa di Laut Cina Selatan.

“Cina adalah negara dengan anggaran pertahanan kedua terbesar di dunia. Mereka saat ini memperlihatkan kekuatannya dan membangun persenjataan seperti rudal jarak jauh yang bisa mencapai Eropa dan Amerika Serikat. Ini tentunya berdampak terhadap seluruh sekutu,” kata Stoltenberg dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi NATO di London, Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (4/12/2019).

Bacaan Lainnya

Stoltenberg menyatakan anggota NATO harus menanggapi masalah ini dengan serius. Dalam KTT itu, NATO juga dilaporkan akan merumuskan bagaimana sikap mereka untuk mendekati Cina dengan dalih melindungi kepentingan dunia.

KTT NATO seharusnya hanya membahas masalah berkaitan dengan Eropa dan Amerika. Namun, Cina dimasukkan ke dalam pembahasan karena NATO menganggap pengaruh negara itu semakin kuat.

“Ini bukan dimaksudkan memindahkan NATO ke Laut Cina Selatan tetapi untuk mengingatkan bahwa pengaruh Cina semakin mendekat ke Arktik, Afrika bahkan mereka menanamkan modal dalam infrastruktur di Eropa, terutama dalam bidang siber,” ujar Stoltenberg.

Stoltenberg menekankan NATO tidak akan berusaha berhadapan dengan Cina, tetapi lebih memilih menganalisa dan memahami perilaku untuk mengimbangi manuver Negeri Tirai Bambu.

Cina saat ini memang sedang menggenjot produksi alat utama sistem persenjataan mereka. Mulai dari matra darat, laut dan udara. Mereka membangun kendaraan lapis baja, kapal perang, kapal induk, kapal selam, rudal jelajah, sampai pesawat tempur siluman.

Cina juga menyulap gugus pulau di Laut Cina Selatan menjadi pangkalan militer dengan cara reklamasi. Hal itu membuat militer mereka menjelajah di kawasan yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Di sisi lain, ekspansi militer Cina bersinggungan dengan negara lain yang juga sama-sama mengklaim mempunyai kedaulatan di Laut Cina Selatan. Antara lain Filipina, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *