Nawacita Jilid II Orientasinya ke Penguatan SDM

  • Whatsapp

Indopolitika.com, JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), telah mencanangkan program Nawacita jilid II. Nawacita jilid II akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM) andal.

Jokowi akan fokus meningkatkan produktivitas, daya saing ekspor manufaktur, dan menguatkan industri hulu strategis. Ada enam langkah strategis yang akan ditempuh, di antaranya penguatan iklim investasi, keterbukaan perdagangan dan keterlibatan di dalam jaringan produksi global. Penguatan kemampuan riset dan pengembangan inovasi, serta akselerasi adopsi teknologi.

Bacaan Lainnya

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Brawijaya, Aji Dedi Mulawarman, komitmen Jokowi untuk meneruskan kinerja-kinerja positifnya di periode pertama kepemimpinannya patut diapresiasi.

“Komitmen yang perlu diapresiasi adalah keinginan untuk memperkuat SDM ke depan, salah satunya adalah memperbesar anggaran dana riset,” kata Dedi dalam keterangannya tertulisa yang diterima, Rabu (6/3).

Riset ke depan, menurut Dedi, harus didorong tidak hanya dari kalangan perguruan tinggi namun jauh lebih luas melibatkan partisipasi publik melalui riset keberpihakan.

“Dana riset perlu diarahkan untuk membangun kemandirian kebudayaan dan kekuatan ekonomi menuju kedaulatan pangan dan laut. Bukan hanya ketahanan, apalagi swasembada yang hanya menguntungkan masyarkat kota,” katanya.

Riset, kata Dedi, bisa diarahkan secara luas hingga menyentuh kekuatan teknologi madya berbasis Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dan lumbung maritim dunia. Kata kunci dari keberpihakan riset ke depan adalah memperkuat ekonomi nasional dengan mewujudkan kemandirian petani dan nelayan sebagai desain pembangunan Indonesia.

Sementara, pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menambahkan program-program lanjutan nawacita jilid II di bidang sosial karitatif juga layak diapresiasi. Sebut saja, kartu-kartu sakti yang dikampanyekan Jokowi jika dia dan Ma’ruf Amin terpilih di Pilpres mendatang.

“Kartu sakti Jokowi tersebut untuk merespons serangan dari kubu lawan yang selalu mengkritik pemerintah dengan sulitnya mendapat pekerjaan, pendidikan mahal, dan harga sembako naik,” ungkap Ujang.‎

Ujang menjelaskan, keberadaan kartu-kartu ini merupakan bukti kehadiran dan keberpihakan negara untuk rakyatnya. “Ini solusi konkret Jokowi untuk rakyat. Kubu oposisi belum punya program. Masih memberikan janji-janji,” tegasnya.

(JPC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *