Internasional

Nelayan WNI Diculik, Pemilik Kapal Belum Dihubungi Pelaku

Kelompok Abu Sayyaf yang menjadi target operasi pasukan Filipina (Foto: The Star)

Jakarta: Kemenlu mengonfirmasi dua nelayan WNI diculik di Perairan Sabah, Malaysia. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan keluarga mau pun pemilik kapal belum dihubungi penculik.

Kedua nelayan tersebut diidentifikasi sebagai Samsul Saguni, 40 dan Usman Yunus, 35. Kedua WNI ini berasal dari Sulawesi Barat. 

"Baik pemilik kapal mau pun keluarga belum dihubungi oleh penyandera hingga saat ini," kata Iqbal di Jakarta, Kamis 13 September 2018.

Dia menambahkan, Kemenlu telah menyampaikan berita penculikan kepada para keluarga korban di Sulawesi Barat. Pihak Kemenlu akan memberikan pendampingan bagi keluarga dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Berbagai langkah komunikasi telah dilakukan dengan pemerintah dan otoritas Malaysia. Bahkan, Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu dan Konsulat RI Tawau mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di Sabah. Imbauan tak melaut diberikan kepada seluruh WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan.

Imbauan ini berlaku hingga situasi keamanan dianggap kondusif dan adanya jaminan keamanan dari otoritas setempat.

Dari Kaleidoskop 2017 Kemenlu, dilaporkan per Oktober 2017, sebanyak 29 nelayan WNI yang disandera, berhasil dibebaskan. Sayangnya, di penghujung 2016 dan awal 2017, penculikan kembali terjadi.

Pada 5 November 2016, dua anak buah kapal (ABK) WNI bernama La Utu bin La Raali dan La Hadi bin La Edi diculik di Perairan Sabah. Dua pekan berselang, tepatnya 19 November 2016, dua ABK lainnya diculik, yaitu Saparudin bin Koni dan Sawal bin Maryam.

Lalu, pada 18 Januari 2017, tiga orang lainnya kembali ditangkap. Mereka adalah Hamdan bin Saleng asal Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sudarling Samansung asal Kepulauan Selayar, Sulsel, dan Subandi bin Sattu asal Bulukumba, Sulsel.

Semuanya diculik di Perairan Sabah, Malaysia. Namun, empat lainnya sudah berhasil diselamatkan.

Dengan demikian, total nelayan WNI yang disandera berjumlah lima orang. Jumlah tersebut, termasuk dua nelayan WNI yang diculik Selasa lalu.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close