Nestapa 2 ABG Korban Prostitusi Online: Disetubuhi Muncikari, Dikasih Rp50 Ribu Usai Layani Tamu

  • Whatsapp
Polres Jakarta Selatan menggelar perkara prostitusi online di Apartemen Jaksel.

INDOPOLITIKA.COM – Kasus prostitusi online di kawasan Apartemen Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan dengan korban anak di bawah umur berhasil dibongkar aparat kepolisian dari Polres Jakarta Selatan. Lima orang muncikari ditangkap.

Nestapa korban tidak hanya dijual ke para pria hidung belang, tetapi sebelumnya mereka diperkosa oleh si muncikari. Parahnya lagi, usai melayani para pria hidung belang, mereka hanya diberikan uang Rp 50 ribu. Adapun korban “dijual” seharga Rp250-750 ribu

Berita Lainnya

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah pada wartawan, Rabu (13/10/2021) mengatakan, para korban dieksploitasi secara seksual atau ekonomi, yaitu masing-masing dengan tarif antara Rp250-750 ribu. “Jika Rp250 ribu, korban dapat Rp50 ribu, jika Rp750 mereka dapat lebih, bisa Rp150,” ujarnya.

Menurutnya, sisa dari uang penjajakan korban itu dibagi oleh lima pelaku yang berinisial Am (36) selaku penyewa apartemen dan menampung tempat korban, CD (25) selaku pengantar jemput korban, FH (18), AL (19), dan DA (19) serta dipotong untuk sewa kamar perhari Rp300 ribu.

Satu dari dua anak di bawah umur yang berinisial Z dan F itu mengaku sejak 23 September kemarin hingga diamankan pada Oktober 2021 ini sudah lebih dari 17 kali dijajakan secara online.

Kombes Azis juga menambahkan bahwa tersangka muncikari sebelum menjual mereka, para korban terlebih dahulu diperkosa. “Iya selain dijual tersangka mucikari sudah dua korban disetubuhi,” paparnya.

“Selain dijajakan secara online, korban juga dieksploitasi secara seksual oleh para pelaku ini. Korban juga awalnya tak paham, tapi setelah dibujuk rayu dan diimingi akhirnya mereka mau,” tuturnya.

Dia menerangkan, polisi masih mendalami apakah hanya ada dua korban yang dieksploitasi secara seksual dan ekonomi oleh para pelaku itu ataukah ada korbannya lainnya. Begitu juga dengan ada tidaknya ancaman dari para pelaku pada korban agar mau dieksploitasi tersebut.

“Korban sudah dicek ke polisi sampai ke dalam sudah dalam keadaan sehat. Dan terakhir kami penyidik sudah melakukan pendampingan psikologis,” paparnya. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *