Netizen Soal Sikap Hanum Rais : Sungguh Penampilanmu tak Sesuai Attitude

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Netijen mempertanyakan rasa kemanusiaan  atau sense of humanity nya Hanum Rais, terkait cuitanya tentang penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, yang dianggap settingan belaka.

Cuitannya yang terlanjur ramai itu bahkan sempat dihapus oleh dia. Dan seketika dia kembali dengan pernyataan, cuitanya tentang Wiranto kehapus.

Baca Juga:

Salah satu yang mempertanyakan cuitan Hanum adalah kader PSI Dede Uki. Dia bahkan menduga Hanum takut dilaporkan, makanya dia bilang cuitnya tersebut kehapus.

“Bukan, anda jelas menuduh pak Wiranto playing victim, bahkan insiden penusukan adalah settingan. Bahwa anda mengatakan public bingung harus mempercayai yang mana. Itu adalah penjelasan untuk “tak banyak yang menganggap serius,” sindir Uki.

Uki juga menduga jika cuitan Hanum soal playing victim Wiranto yang dikatakan terhapus, sengaja untuk mengoceh orang lain. “Dugaanku, urutanya seperti ini. 1. fitnah 2. Diprotes atau diancam dilaporkan, 3. Dihapus, 4. Terlanjur di SS netijen, 5. Dan gunakan SSnya lalu coba netralisir,” kata Uki.

Tangkapan layar Cuitan Hanum Rais

Menurut netijen, sebagai seseorang yang berilmu dan berpendidikan, Hanum tidak sepantasnya berbicara seperti itu. “Sungguh penampilanmu tidak sesuai dengan attitude. Taruhan nyawa kok dibilang settingan,” tulis akun@Fakrullah membalas cuitan Hanum Rais.

“Kenapa ya manusia macam kamu yang berpendidikan bukanya simpati adanya tindakan biadab ini, malah mengambil kesimpulan yang belum tentu kebenaranya,” sindir akun@deejayakii.

Ada yang juga menasehati Hanum agar berpikir ulang sebelum mencuitkan sesuatu. “Mbak nya lebih mikir sebelum ngetwit mbak,” saran @_djauhary.

Ada yang merasa kesal dengan cuitan Hanum. “Anjirr orang kena musibah masih sempat-sempatnya mikir begini. Situ sehat mba? Beneran kehapus atau sengaja dihapus,” sundul@syaifulrzld.

“Parah, berpendidikan, tapi ya sudahlah,” timpal akun@Ferozi021

Seperti diketahui, di laman twitter nya @hanumrais dia menuliskan, insiden penusukan terhadap Wiranto adalah settingan, agar dana deradikalisasi terus mengucur. “Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi,” tulisnya.

“play victim. Mudah dibaca sebagai plot di atas berbagai opini yang beredar terkait hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoax atau framing yang selama ini terjadi,” tulisnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *