Ngaku Sebagai Rasul, Pria di Gowa Jual Kartu Surga Rp 100 Ribu ke Pengikutnya

  • Whatsapp
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka Andi Malakuti alias Puang La’lang.

INDOPOLITIKA.COM – Pemimpin Tarekat Ta’jul Khalwatiyah Syech Yusuf bernama Andi Malakuti alias Puang La’lang, warga Dusun Timbuseng, Kecamatan Patallassang, Gowa, Sulawesi Selatan resmi ditangkap aparat kepolisian setempat karena dinilai sesat.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menyatakan Andi Malakuti atau biasa disebut Maha Guru ditangkap atas dugaan penistaan agama serta penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Menurut Shinto, dalam prakteknya, pemimpin aliran ini diketahui menjual kartu surga kepada pengikutnya dengan kisaran Rp50-100 ribu.

Muat Lebih

Sebelum menetapkan Puang sebagai tersangka, pihaknya terlebih dahulu meminta keterangan 42 saksi serta dua ahli agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel dan Kemenag Gowa.

“Pelaku diduga menyebarkan ajaran Islam secara sesat sesat kepada pengikutnya. Andi Malakuti alias Maha Guru alias Puang La’lang disebut menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat bagi para pengikutnya dengan memberikan “wipiq” atau kartu surga,” ujar Shinto Siitonga dalam keterangan pers di Sungguminasa, kemarin.

Polres Gowa, katanya, menangkap Puang La’lang berdasarkan laporan masyarakat yang diterima pada September 2019. “Dari penyelidikan, polisi menghimpun informasi bahwa tersangka diduga sudah menyebarkan ajaran sesat sejak lama. Dia juga diketahui mengangkat dirinya sebagai Maha Guru atau rasul, sejak tahun 1999,” bebernya.

Kepada para pengikutnya, selain memungut dana zakat bernilai Rp5 ribu per kilogram yang didasarkan berat badan masing-masing, pengikut diwajiban pula menyetor 2,5 persen penghasilannya kepada Maha Guru.

Shinto mengatakan, Maha Guru dijerat sejumlah dugaan pelanggaran hukum. Masing-masing, Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama; Pasal 378 KUHP tentang penipuan; Pasal 372 KUHP tentang penggelapan; Pasal 3,4, dan 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang. Tersangka juga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah.

“Itu karena Maha Guru dilaporkan menikahkan sejumlah pengikutnya tanpa wali nikah. Atas berbagai dugaan pelanggaran, tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tuntasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *