Tekhnologi Memanipulasi Mindset, Manusia Tak Sadar Digiring ke Era Robot  

  • Whatsapp
Wakil Kepala Badan Siber Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol, Dharma Pongrekun saat memaparkan pandanganya terkait tekhnologi dalam kehidupan manusia./FOTO/Dimas Choirul

INDOPOLITIKA.COM- Wakil Kepala Badan Siber Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Dharma Pongrekun mengatakan di era globalisasi teknologi saat ini, bangsa Indonesia harus mewaspadai dan memerangi program manipulasi mindset.

Dharma menilai, masyarakat tengah digiring untuk masuk kedalam suatu kondisi yang telah terjadi, sehingga masyarakat tidak mempunyai mindset untuk mewujudkan cipta, rasa, dan karsa.

Baca Juga:

“Bukan badan kita robot, tetapi badan kita tetap manusia, dan kita sudah masuk kedalam sistem tersebut. Bahkan, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan tidak punya kehendak, lantaran kita sudah  dikunci dengan sistem yang ada,” ucap Dharma, dalam acara Dialog Meja Bundar, bertajuk  ‘Mengimami Pancasila Merealisasikan Cita-Cita Indonesia’ yang digelar SPN di Hotel Sahid Jakarta Pusat, Sabtu, (21/9).

Manipulasi mindset tersebut, ungkap Dharma, guna meng-standarisasi semua dengan apa yang disebut dengan nama internasional standar itu. Dimana hal itu merupakan sebuah cara untuk menstandarkan semua konsep atau sistem yang ada, dan membuat masyarakat kita menjadi jauh dari rasa iman serta kekuasaan Tuhan.

“Kesannya, beragama tetapi tidak menempatkan Tuhan sebagai yang terutama didalam perjalanan hidup kita, sehingga kita dibuat hanya bergantung pada teknologi tersebut,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut Dharma, kita harus mewaspadai ini semua. Dharma mengklaim, apa yang dijelaskannya saat ini, tak bermaksud untuk menakutkan-nakuti. “Tetapi  ini perlu kita waspadai, jangan sampai, karena kita ingin teknologi, lalu kita harus mengeluarkan uang banyak. Namun, manfaatnya justru malah memakan balik kepada penggunanya,” bebernya.

Dharma, menyebutkan bahwa gadget yang kita gunakan setiap hari itu, mempunyai kekuatan hipnotis, yang dikampanyekan secara struktur, sistematis, dan massif.

“Bagi yang rindu untuk menyelamatkan bangsa, mari kita bergerak secara terstruktur sistematis dan masif terutama menyelamatkan generasi bangsa yang sekarang sudah mulai terpapar,” tutupnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *