Internasional

Nigeria Tarik 2,4 Juta Botol Obat Batuk Sirup

Ilustrasi obat batuk sirup. (Foto: Amazon).

Abuja: Nigeria menarik 2,4 juta botol sirup obat batuk yang mengandung kodein, salah satu jenis obat yang mengandung senyawa mirip opium.

Penarikan dipicu kemarahan nasional awal tahun ini atas penyalahgunaan obat batuk tersebut.

Negara di Afrika ini memberlakukan larangan produksi dan impor sirup batuk kodein awal tahun ini. "Ini salah satu langkah membendung bencana penyalahgunaan narkoba di negara ini," ucap juru bicara Badan Nasional Pengawasan Obat dan Makanan (NAFDAC) Abubakar Jimoh, dilansir dari Channel News Asia, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurut dia, aksi ini sejalan dengan kebijakan menteri mengenai pembatasan obat batuk sirup yang mengandung kodein.

Selama bertahun-tahun, penyalahgunaan opium, terutama sirup obat batuk yang mengandung kodein, tersebar luas di seluruh Nigeria. Obat tersebut dapat dengan mudah dibeli dari apotek.

Namun, masalah muncul kala BBC menyiarkan penyelidikan terhadap sirup batuk kodein di Nigeria pada April lalu. Setelah tayangan tersebut, kementerian kesehatan memberlakukan larangan impor dan produksi obat dengan kandungan kodein.

Majelis tinggi di Nigeria juga mendukung larangan tersebut. Menurut mereka, para pemberontak mendapat keuntungan dari penjualan sirup tersebut.

Oleh karena itu, Jimoh menambahkan, negaranya telah membentuk komite untuk menerapkan kebijakan penyalahgunaan narkoba.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close