Novel Sebut Yang Melaporkan Dirinya Ke Polisi Itu Sedang Ingin Cari Sensasi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang terjadi pada April 2017 lalu, disebut-sebut sebagai rekayasa oleh kader PDIP Dewi Tanjung. Bahkan Dewi pun sampai melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya.

Mengetahui dirinya dilaporkan, Novel mengatakan politisi PDIP itu sedang cari panggung untuk bisa terkenal dan sedang mengerjai kepolisian.

Baca Juga:

“Pelapornya mau ngerjain polisi barangkali. Cari sensasi,” kata Novel.

Kata dia, semua fakta-fakta penyiraman air keras itu sudah diketahui oleh publik. Kata dia, untuk apa dirinya menanggapi laporan tersebut.

Sebelumnya, Politisi PDIP Dewi Tanjung melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya Rabu siang, kemarin. Dewi menuduh kasus penyiraman air keras Novel Baswedan merupakan rekayasa. Dewi menganggap dalam kasus penyiraman Novel banyak kejanggalan-kejanggalan yang dia temukan.

Misalnya, efek air keras tersebut hanya merusak mata Novel. Sementara bagian pipi tidak rusak. Menurut Dewi seharusnya yang mengalami kerusakan paling parah ada di bagian pipinya, bukan matanya. Belum lagi kata dewi, saat melihat video Novel  dengan keadaan mata yang tidak rusak. Meyakinkan tuduhannya kalau Novel sedang merekayasa kasus penyiraman air keras yang menimpanya dua tahun silam.

Mecuatnya isu Novel sedang melakukan rekayasa kasus penyerangan, maka muncul juga fakta laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura.  Ini adalah tahapan perawatan Novel Baswedan.

pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017. Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.

Laporan medis itu juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. “Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri,” tulis laporan medis itu.

Pada pemeriksaan, ada permasalahan 90 persen di bagian jaringan atas para epitel batas kornea yang hilang, karena adanya iskemik (terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah mata yang mengakibatkan kematian jaringan) di limbal (batas warna pada kornea) yang terjadi pada mata kiri.

Pada mata kanan Novel Baswedan, kornea agak membengkak dengan lipatan membran descemet. Ruang bagian depan dalam dan kosong, dan tidak ada kekeruhan lensa. Di mata kiri tidak ada pembengkakan kornea, tetapi tercatat kekeruhan lensa capsular anterior.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *