NU Luncurkan Barisan Sejenis Banser, Namanya Garda Fatayat

  • Whatsapp
Peluncuran GARFA di kantor PBNU, Jakarta, kemarin.

INDOPOLITIKA.COM – Banser sekarang kini punya “saingan” baru di internal NU. Tugas dan fungsi utamanya juga hampir sama dengan barisan serba guna ini. Namanya, Garda Fatayat atau disingkat Garfa yang diluncurkan oleh Fatayat Nahdlatul Ulama.

Peluncuran Garfa tersebut dilaksanakan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, kemarin. Turut hadir dalam peluncuran tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini.

Baca Juga:

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini secara khusus menjelaskan maksud dan awal terbentuknya Garfa ini, karena adanya keinginan dari Fatayat NU di berbagai daerah untuk memfasilitasi kader yang tertarik pada wadah seperti Banser. “Maka dibentuklah Garfa ini,” ungkap selepas acara.

Pada kesempatan itu, Anggi juga menjelaskan awal disepakatinya penggunaan nama Garfa ini. Awalnya, muncul dan dibahas saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada tahun 2017 di Palangkaraya, Kalimantan Barat.

“Selama ini, di lapangan ada Fatser (Fatayat Serbaguna) dan Denwatser (Detasemen Wanita Banser), tetapi tidak ada hubungannya dengan Fatayat karena di AD/ART dan PDPRT tidak ada istilah itu,” ungkap Anggi.

Menurut Anggi banyak yang bertanya kenapa wadah baru tersebut tidak menggunakan Fatser, karena pada pertemuan dengan pimpinan wilayah, mereka mengingikan nama baru. Alasannya sederhana, karena anggota Garfa nantinya bukan serbaguna.  “Begitu sederhananya, alasannya sederhana sekali,” tandasnya.

Meski demikan, anggota Garfa nantinya akan memiliki tugas rada mirip dengan Banser yaitu untuk kesiapsiagaan, protokoler organisasi, bahkan untuk merespons isu terorisme dan radikalisme yang saat ini sering menggaet ibu-ibu muda. “Mudah-mudahan dengan adanya Garda Fatayat, menjadikan benteng Ahlussunah wal Jamaah dikalangan ibu-ibu,” harapnya.

Di akhir masa kepemimpinannya, Anggi menargetkan diadakannya pelatihan untuk Garfa di tingkat nasional mulai dari tingkat dasar, menengah hingga lanjutan. Setelah itu, akan bergerak ke tingkat wilayah atau ke provinsi-provinsi hingga cabang-cabang. “Mudah-mudahan dalam waktu setahun, Garfa sudah terbentuk di 50 persen provinsi atau wilayah,” pungkasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *