Ombudsman “Terhina”, Hasil Investigasi Dicuekin Polisi Begitu Aja

Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu

INDOPOLITIKA.COM – Ditolaknya saran Ombudsman oleh Mabes Polri menambah daftar catatan merah lembaga itu. Ombudsman sendiri sangat kecewa karena hasil investigasi pola penanganan polisi pada demonstrasi 21-23 Mei 2019 yang berujung bentrok, di depan Kantor Bawaslu RI itu, tidak diperdulikan.

Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu mengatakan, penolakan saran dari pihaknya oleh Mabes Polri merupakan peristiwa pertama. Selama Ombudsman berdiri, tidak pernah ada lembaga negara yang menolak saran dan rekomendasi mereka.

“Kalau ditolak begini, baru kali ini loh. Hampir semua lembaga negara selalu menjadikan saran dan koreksi dari Ombudsman itu sebagai perbaikan diinternal,” katanya, kepada indopolitika.com, Minggu (13/10).

Karena itu, mereka memberi catatan khusus kepada lembaga yang dipimpin Jenderal Tito Karnavian itu, yang nantinya akan disampaikan ke Presiden Jokowi dan juga DPR. Selanjutnya, Jokowi lah yang berkewajiban mengambil sikap. “Kami akan pleno kan dulu sebelum dilaporkan ke Presiden terkait penolakan polisi,” katanya.

Dia mengatakan, Polri beralasan Ombudsman berpihak. Sehingga penilaiannya tidak objektif. Alasan itu jadi dasar Polisi menolak saran dan rekomendasi Ombudsman. Padahal, kata Ninik, mereka sudah bekerja sesuai standar.

Tidak berpihak. Objektif. Saat melakukan investigasi, Ombudsman melihat dan mengumpulkan fakta-fakta. “Mereka (Polisi) bilang Ombudsman hanya melihat di satu sisi. Padahal semua sudah kita lihat,” ujarnya.

Untuk diketahui, hasil investigasi Ombudsman bak mengkonfirmasi dugaan publik selama ini. Ada kesalahan fatal yang dilakukan polisi pada demonstran. Termasuk pada demonstrasi yang dilakukan mahasiswa pada akhir September lalu.

Ada empat temuan mal administrasi yang dilakukan Polisi. Yaitu cara bertindak, penegakan hukum sampai penanganan korban serta barang bukti, penyalahgunaan wewenang, penyimpangan prosedur dan tidak kompeten pada perencanaan dan plotting pasukan. Kini, bola panas akan bergulir ke Istana. Laporan Ombudsman akan berakhir pada sikap Presiden sebagai eksekutif yang membawahi kepolisian.[asa]

 

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *