Operasi Zebra 2022 Digelar 14 Hari, Kakorlantas Polri: Jangan Takut, Kami Ingin Masyarakat Tertib

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi/NET

INDOPOLITIKA.COM –  Operasi Zebra 2022 akan digelar selama 14 hari terhitung mulai dari 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022 mendatang.

Ada 14 jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus personel lalu lintas di lapangan.

Meski begitu, Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan penindakan pelanggaran tidak hanya dilakukan dengan cara tilang manual atau elektronik (ETLE), tetapi petugas juga dapat melakukan imbauan atau peringatan.

Firman menambahkan meski ETLE saat ini sudah tersebar di 34 Provinsi di Indonesia, tugas polisi lalu lintas tetap tidak bisa digantikan dengan hadirnya ETLE. Namun berkat ETLE tugas polisi jadi terbantu.

“Menilang atau tidak menilang itu ada dalam kewenangan anggota berdasarkan undang-undang yakni diskresi. Jadi kita tidak harus menilang orang cukup bilang, mba jangan melanggar lagi ya?, boleh,” kata Firman dalam keterangannya, Sabtu (1/10/2022).

Firman melanjutkan, adanya Operasi Zebra yang dilakanakan selama 14 hari, jangan dijadikan ketakutan bagi masyarakat setiap melihat polisi bertugas.

Namun, petugas kepolisian di lapangan menginginkan pengendara tertib berlalu lintas untuk kepentingan bersama.

“Mainset kita ini harus diubah, bahwa polisi ini bukan sosok yang menakutkan, bukan menilangnya yang mau kita kejar, tapi bagaimana masyarakat tertib. Tertib itu untuk kepentingan semua kita bersama,” jelasnya.

Masih kata Firman, terkait diskresi kepolisian apakah dengan hadirnya ETLE polisi lalu lintas masih bisa menilang. Ia menegaskan bahwa prinsipnya semua pelanggaran bisa ditilang. Tapi ditilang atau tidak, sekali lagi diskresi kepolisian masih ada.

“Pak Kapolri berharap kita tidak ada transaksi negatif, tilang engga tilang engga kemudian buntutnya pungli. Jadi jika ada polisi dilapangan jangan wah bapak ga boleh nilang? Kita masih punya kewenangan itu. Tapi tujuan kita bukan menilang orang di jalan, bedakan dan tolong sampaikan jangan sampai salah. Petugas kita, polisi lalu lintas ada untuk membantu masyarakat bukan untuk menilang, tolong ya ini edukasinya,” tegas Firman. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *