Ormas Deklarasi Capres 2024 Bisa Jadi Jebakan Betmen Buat Anies

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai rencana organisasi masyarakat mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden 2024, sebagai tindakan menjerumuskan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Seperti diketahui, Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta sedianya ingin mendeklarasikan Anies Baswedan for Presiden 2024 di Jalan Inspeksi Kali Mookevart, Semanan, Jakarta Barat, Minggu (16/2/2020) lalu. Namun, rencana itu batal lantaran Anies menolak rencana itu.

Bacaan Lainnya

“Deklarasi dukungan kepada Anies dari GPMI itu jebakan batman,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu saat dihubungi wartawan Selasa (18/2/2020).

Menurut Ujang, deklarasi itu sebagai jebakan karena organisasi masyarakat tidak berhak mengusung calon presiden. Calon presiden harus diusung partai dengan ambang batas presidential threshold 20 persen suara pemilu sebelumnya.

“Jadi ini yang menjadi jebakan batman. Mereka tidak berhak. Yang berhak parpol,”bebernya.

Selain itu, kata dia, deklarasi yang dilakukan GPMI juga bakal membawa dampak negatif bagi karir politik Anies. Menurut dia, karir politik mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu berpotensi dipotong di tengah jalan.

“Deklarasi itu lebih banyak mudaratnya. Nanti justru banyak yang mau menjegal Anies,” ujarnya.

Menurut dosen Universitas Al Azhar itu, saat ini Anies menjadi figur yang paling potensial untuk dicalonkan menjadi capres. Dukungan dari ormas, kata dia, bukannya membuat Anies bakal semakin kuat melainkan berpotensi menjadi goncangan baginya untuk menuju Pemilu 2024.

Kata Ujang, yang meski dipikirkan adalah karir politik Anies setelah dia tidak menjabat sebagai gubernur DKI pada 2022 nanti. Sebab, Anies bakal mengalami masa vakum selama dua tahun untuk menuju Pemilu Presiden 2024. “Dua tahun setelah tidak menjabat gubernur, Anies tidak ada agenda yang mendukung ke 2024,” ujarnya.

Keadaan Anies, kata dia, berbeda saat Joko Widodo menjadi gubernur dan maju menjadi calon presiden. Joko Widodo maju presiden masih menyandang status gubernur dan banyak kegiatan yang dilakukan dan terekspos media.

“Sedangkan Anies saat maju menjadi gubernur tidak ada kekuatan seperti Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mendukung GPMI mendeklarasikan Anies Baswedan for Presiden 2024.

“Bagus lah. Justru saya mengapresiasi isiniatif ormas yang mau mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden 2024,” kata Gembong kepada wartawan kemarin.

Gembong membaca deklarasi itu artinya akan membuat konsenterasi Anies pada persiapan Pemilu 2024. Padahal, Anies berjanji bakal membenahi ibu kota agar maju kotanya bahagia warganya.

Meski mengapresiasi deklarasi itu, kata Gembong, bukan berarti PDIP bakal mendukung Anies maju menjadi calon presiden pada pemilu mendatang.

“Kami punya fatsun sendiri. PDIP akan menyiapkan kadernya untuk ditempatkan baik di legislatif maupun eksekutif dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat melalui politik Ideologi, dan politik anggaran,” ujarnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *