Pilkada

Padil Karsoma: Purwakarta Akan Maju Kalau Diurus Dengan Benar

Indopolitika.com, Purwakarta —  Calon Bupati H. Padil Karsoma telah resmi menjadi peserta pilkada Purwakarta dengan mendapat nomor urut satu. Angka satu baginya cukup membahagiakan, karena mudah diingat, gampang dicari, semua mau nomor satu, tidak ada yang mau dinomorduakan. Demikian ungkap mantan Sekda Purwakarta ini sambil santai. Pembawannya yang santun dan tawadu’ membuat candaan yang disampaikannya diangguki para pendengarnya dengan rileks. Padil memang berkumpul dengan para relawannya di Posko Relawan di kawasan sekita alun-alun Kota Purwakarta, Alphard putih yang dinaikinya terparkir di posko relawan itu sejak Rabu siang (14/2/2018).

Dalam dialog dengan para relawan dari berbagai pelosok di Purwakarta, Padil menjelaskan dengan gamblang bahwa kalau diurus dengan benar Kabupaten Purwakarta akan maju, melesat dan dikenal. Bukan dikenal karena air mancur atau patungnya tetapi karena penataannya yang baik, pariwisata yang nyaman dan kuliner yang maknyos.

“Letak Kabupaten Purwakarta itu sangat-sangat strategis. Transportasinya lengkap, ada jalur kereta api, jalan raya yang bagus, ada jalan toll dengan tiga exit. Seharusnya Purwakarta bisa menarik pengunjung yang mau ke Bandung. Di sana kan macet,” ujarnya.

Karenanya Padil menyampaikan rencana pasangan nomor urut satu ini kepada relawannya untuk disampaikan ke masyarakat. Pertama, akan dilakukan pembenahan, perbaikan dan perubahan atas kekurangan-kekurangan dan kelemahan di kepemimpinan periode lalu. Maayarakat diminta menyampaikan apa saja kekurangan itu, siapa tahu ada yang belum terdeteksi.

Kedua, akan dilakukan pembangunan infrastruktur yang rusak. Ini prioritas utama. Tidak boleh ada ketimpangan antar kawasan. Satu kawasan maju yang lain tertinggal bahkan terisolir. Pembangunan fasilitas publik yang urgen akan jadi prioritas seperti sarana pendidikan, pemerintahan, olah raga dan perpustakaan desa.

“Kami tidak akan membangun patung, buat apa? Mending uangnya buat kesejahteraan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Selanjutnya adalah pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja untuk mengurangi angka atau syukur bisa menghilangkan pengangguran.

“Banyak pabrik di kita ini, harusnya orang Purwakarta tidak banyak yang nganggur. Karenanya kita akan latih dan bentuk tenaga kerja yang punya skill, agar bisa bekerja atau membuat lapangan kerja sendiri,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close