Pilkada

Padil Karsoma Sosok yang Pas Jadikan Purwakarta Lebih Baik

Ciganea, indopolitika.com — Pemilih di Kabupaten Purwakarta termasuk yang dibuat bingung dengan munculnya dua pasangan calon yang sama kuatnya dan berasal dari kubu yang sama tadinya. Tidak ada yang menyangka jika pada akhirnya Sekda justru jadi bertarung di pilkada melawan istri Bupati. Banyak pihak menduga pada awalnya Sekda akan dijadikan figur penerus kepemimpinan di Purwakarta, entah berpasangan dengan wakil bupati atau berpasangan dengan istri bupati, pilihan kedua pada awalnya juga dipandang berat, karena pada lazimnya publik menilai Bupati dan keluarganya akan berkonsentrasi fokus bertarung di pilgub Jawa Barat sebagaimana sering terdengar.

Santer muncul isu bahwa gagalnya bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Rustandie – Dikdik melenggang ke pertarungan adalah skenario pihak tertentu. Hal yang sama juga hampir melanda kubu Padil Karsoma – Acep Maman, dimana rekomendasi partai benar-benar di dapat di penghujung waktu. Karena itu wajarlah jika melenggangnya Sekda ke kursi pelaminan politik bersama ketua DPC PDI Perjuangan Purwakarta itu cukup mengagetkan bangak pihak. Bagaimanapun beradu dengan orang dekat dan pernah begitu saling loyal adalah tantangan batin yang tak ringan.

Pembahasan mengenai beradunya dua kekuatan dari kubu yang tadinya sama ini cukup menjadi perbincangan hangat di banyak kalangan. Sebut saja kalangan pekerja, profesional dan komunitas. Dalam perbincangan santai seputar Pilkada Purwakarta, kelompok whatsapp komunitas hobby akhirnya melakukan temu santai dan diskusi di sebuah testoran di Jalan Ciganea. Muhammad Liwa Hamdi dari komunitas sepeda gunung menjelaskan temu santai digelar untuk menghilangkan penasaran akan isu pilkada Purwakarta sekaligus pendalam mengenai para calon. Liwa menjelaskan, sebagaian besar peserta adalah pendatang yang pindah dan bermukim serta sudah memiliki ektp Purwakarta. “Kita membahas profil calon, data kita ambil dari hasil googling juga dari sosial media. Intinya kita harus tahu siapa yang mau kita pilih, itu saja, sederhana,” ujarnya kepada wartawan yang ikut hadir dalam temu santai itu, Minggu (21/1).

Liwa yang menjabat manajer di salah satu perusahaan industri di Purwakarta menyatakan peserta temu santai memang takjub dengan keberanian sekda melawan bupati di pilkada. Tetapi peserta diskusi meyakini keputusan melawan itu bukan keputusan emosional apalagi drama sebagai pelengkap atau boneka. Intinya Padil Karsoma sama sekali tidak dianggap sebagai boneka atau calon-calonan. “Kita melihatnya Padil Karsoma itu serius maju dan bisa jadi akan mengalahkan Bu Ane,” ujarnya.

Padil Karsoma sendiri, dalam banyak kesempatan menyampaikan, ia maju untuk membuat Purwakarta lebih baik. Untuk kepentingan masyarakat Purwakarta. Bukan untuk kepentingan politik pribadi, kepentingan kelompok apalagi dinasti. Padil adalah birokrat, keluarganya cukup mapan. Ambisi politiknya tidak berjenjang, murni semata ingin memperbaiki dan menyempurnakan yang selama ini dikerjakannya sebagai pelaksana pembangunan. Ia juga dikenal cukup relijius. Bukan semata jadi agamis karena mau pilkada, memang orangnya taat beragama, santun dan perhatian. Secara personal Liwa menilai Padil Karsoma adalah sosok yang pas untuk membuat Purwakarta jadi lebih baik,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close