Pakar Hukum Minta Jaksa Agung Baru Ungkap Kasus yang Lama “Mengendap”

  • Whatsapp
Pengamat Hukum Al Azhar, Suparji Ahmad.

INDOPOLITIKA.COM – Pengamat Hukum dari Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad mengharapkan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin harus bisa menyelesaikan kasus-kasus yang masih mangkrak. Terutama penyelesaian kasus besar.

“Kasusnya Setya Novanto pernah ditangani oleh Kejaksaan Agung tapi kemudian kita tidak tahu, tidak ada kejelasan tentang proses penanganannya gitu loh. Itu salah satu contohnya,” katanya saat dihubungi Indopolitika.com, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga:

Tak hanya itu, Suparji juga mengatakan masih banyak kasus-kasus lain yang hingga kini masih belum rampung. Menurutnya, kepemimpinan jaksa agung kedepan harus memiliki prinsip equality dan transparan dalam menangani perkara.

Dirinya juga berujar bahwa, jangan sampai ada keterlibatan politis untuk kepentingan golongan, sebab hal itu yang akan membuat sistem hukum di negeri ini hancur. Semua harus mengedepankan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

“Harus transparan tidak tebang pilih ,tidak diskriminatif, terarah terukur semuanya harus ada  kepastian, ada keadilan ada kemanfaatan dan hanya berpikir untuk kepentingan negara. Tidak berpikir untuk kepentingan golongan atau kelompoknya. Itu ga boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin diketahui adalah adik kandung dari politisi PDIP TB Hasanudin. TB Hasanudin dikenal salah satu fungsionaris di DPP PDIP. Meski demikian, Burhanuddin tidak mempermasalahkan soal hubungannya dengan sang kakak yang berada dalam lingkaran partai.

Burhan mengungkapkan akan bekerja secara profesional.  “Iya kita profesional ya, jika didalam rumah aja suami istri suka berbeda apalagi saya bukan orang partai. bagi saya tidak ada masalah, kita profesional,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kejagung RI, Jakarta Selatan, Rabu (23/10).

Saat ditanya tentang rencana kedepan, ia mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu karena banyak sekali permasalahan yang harus ia petakan agar dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien. “Begini, kita pemetaan dulu baru nanti kita lakukan. Tapi pemetaannya dalam waktu dekat,” tandasnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *