Internasional

Palestina Seret AS ke Mahkamah Internasional

Saat pembukaan Kedubes AS di Yerusalem, Mei 2018. (Foto: ABC)

Den Haag: Otoritas Palestina menyeret Amerika Serikat (AS) ke Mahkamah Internasional (ICJ) dengan kasus pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv, Israel ke Yerusalem.

"Palestina meminta agar AS menarik misi diplomatiknya dari Yerusalem," sebut pernyataan Mahmakah Internasional yang bermarkas di Den Haag, Belanda, seperti dikutip AFP, Kamis 4 Oktober 2018.

Mahkamah Internasional sendiri adalah tempat bagi para negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikan masalah.

Sebuah kasus yang diajukan ke Mahkamah Internasional bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk diselesaikan. Keputusan yang dihasilkan bersifat final dan mengikat secara hukum, namun tidak selalu dapat dipatuhi.

Baca: Presiden Palestina Sebut AS Bias dan Memihak Israel

AS sendiri telah resmi membuka perwakilannya di Yerusalem pada 14 Mei 2018 lalu dengan dihadiri Ivanka Trump, putri Presiden AS Donald Trump. 

Di Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahkan menyebut AS tak bisa menjadi mediator perselisihan Palestina-Israel, karena bias.

Meski demikian, Abbas masih menunggu inisiatif perdamaian dan selalu siap untuk berunding dengan Israel. Namun, dengan keputusan Trump memindahkan kedubes ke Yerusalem, sangat bertolak belakang dengan peran dan komitmen AS untuk perdamaian.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close