Paloh: Tidak Mungkin Kami Reaktif Dengan Pernyataan Jokowi

  • Whatsapp
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh.

INDOPOLITIKA.COM- Setelah sindir balik Presiden Jokowi lewat mimbar Kongres Partai Nasional Demokrat (NasDem), Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bantah pernyataannya sebagai bentuk reaktif dari sindiran yang diutarakan Presiden Jokowi.

“Tidak mungkin kami reaktif dengan pernyataan Jokowi. Kami menawarkan alternatif pikiran-pikiran yang menjadi bahan referensi baru,” kata Paloh di sela-sela rangkaian Kongres Ke-8 Partai NasDem di JI Expo, Jakarta, Sabtu (09/11/2019).

Baca Juga:

Seperti diketahui, saat membuka Kongres II Partai NasDem pada Jumat (09/11/2019) kemarin, Paloh menyindir balik sindiran Jokowi terkait manuvernya bertemu dengan Sohibul Iman.

“Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan (PKS) dicurigai. Ini bangsa model apa ini? Tingkat diskursus yang paling picisan di negeri ini. Hubungan rangkulan, tali silaturahmi dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,” kata Paloh.

Sindiran Paloh itu menimpali sindiran sebelumnya yang diutarakan Presiden Jokowi di acara HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019) lalu.

Saat itu, dalam sambutannya Presiden Jokowi menyindir aksi Paloh yang berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman saat bertandang ke kantor DPP PKS beberapa hari lalu.

“Saya tidak tahu maknanya apa. Tetapi rangkulannya itu tidak seperti biasanya. Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman,” kata Jokowi.

Kembali ke pernyataan Paloh. Politikus berdarah Aceh ini menjelaskan, Indonesia terkenal dengan budaya sopan santun dan ramah tamah sehingga kalau direstorasi dan diperkuat, maka tidak ada salahnya.

Menurut Paloh, mengingatkan terkait suatu hal, jauh lebih berarti daripada terlalaikan sama sekali.

“Kalau Pancasila kita anggap emosional, siapa yang tidak marah bangsa ini, Pancasila alat pemersatu dan ideologi kita,” ujarnya.

Paloh juga menjelaskan terkait pernyataannya agar tiap parpol tidak menaruh curiga atas langkah silaturahim yang dilakukannya. Menurut dia safari politik yang dilakukannya merupakan niat yang baik yang akan membawa manfaat bagi bangsa Indonesia.

Dia mengatakan, pikiran-pikiran besar harus ditawarkan terus menerus, bukan introvert, membawa masalah, sentimental, prasangka macam-macam.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *