Pansel Capim KPK : Orang Nitip Boleh Saja, Tapi…?

  • Whatsapp
Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih (baju putih)

INDOPOLITIKA.com- Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih menegaskan tidak ada istilah titipan dalam proses seleksi yang dilakukan pihaknya.

“Tidak ada titipan. Yang jelas, kalaupun ada, tidak sampai ke pansel. Tidak ada yang menyampaikan titipan siapa dan bagaimana,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).

Baca Juga:

Dijelaskan Yenti, pihaknya selalu bekerja objektif dalam menjalankan tugas ini. “Ya kalaupun ada, kami abaikan saja. Orang nitip boleh saja, tapi yang penting kami tidak hiraukan titipan itu. Kami bekerja objektif dan tidak ada intervensi,” ujar Yenti.

Selain itu, Yenti juga membantah soal isu kebocoran soal seleksi para capim KPK. Dia mengatakan tim Pansel KPK menjunjung tinggi integritas.

“Berkaitan dengan isu bocor sebagainya seharusnya tidak ada bocor. Karena kami bersembilan ini punya pakta integritas. Kami tidak pernah berhubungan dengan capim, baik langsung maupun menggunakan HP, tetapi isu itu sampai juga kepada kami. Sampai ditanyakan media,” kata Yenti.

Pansel lainnya, Hendardi mengatakan, Panitia seleksi calon pimpinan (Pansel Capim) KPK menjelaskan, arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar memilih capim yang berorientasi pada pencegahan. Pansel juga memastikan telah meneliti rekam jejak radikalisme para kandidat.

“Tapi kemudian selama proses Pansel ini agak berbeda dengan empat tahun lalu misalnya, ini diributkan terus-menerus. Dan kalau kita tanya pada yang meributkan, umumnya tidak mau menjawab, tapi menjawab secara normatif saja, bahwa ini soal integritas. Tapi integritas kan tidak diukur dari sekadar LHKPN menurut saya,” jelas Hendardi.

Hendardi mengatakan Pansel sudah menuai banyak kritik dan suara ketidakpuasan terhadap hasil proses seleksi yang dilakukan. Ia pun menegaskan Pansel bukan alat pemuas keinginan publik.

“Tapi pada prinsipnya Pansel bekerja dengan profesional dan penuh integritas, dan kami jelas tidak mau didikte oleh siapapun ya. Karena itu kami, usaha-usaha mendikte Pansel yang terus dilakukan ini dengan mengatasnamakan publik, mengatasnamakan ini itu dan sebagainya, tidak menjadi pertimbangan yang terlalu berlebihan kepada kami,” ujar Hendardi.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *