Pansus Banjir Siap ‘Tenggelamkan’ Anies?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Panitia khusus alias Pansus banjir Jakarta ditetapkan sebanyak 25 orang yang terdiri dari perwakilan setiap fraksi di DPRD DKI Jakarta. Dalam surat yang beredar, PDIP memperoleh jatah terbanyak, yakni 6 orang.

Surat itu tercantum perihal penunjukan anggota fraksi untuk duduk dalam panitia khusus banjir. Surat diterbitkan tanggal 26 Februari 2020 yang ditujukan kepada para ketua fraksi DPRD DKI.

Berita Lainnya

Sekretaris DPRD M. Yuliadi menuturkan, surat itu baru disampaikan kepada seluruh anggota fraksi.

“Surat baru disampaikan kepada seluruh anggota fraksi supaya menyampaikan usulan jumlah anggota dari masing-masing fraksi,” kata Yuliadi saat dihubungi wartawan, Kamis (27/2/2020).

Selanjutnya, Gerindra berhak mengajukan 5 orang disusul oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 4 orang. Sementara itu, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai NasDem masing-masing harus menyerahkan 2 orang. Sisanya Partai Golkar dan PKB-PPP 1 orang.

Yuliadi berujar, pengumuman anggota pansus bakal disampaikan dalam rapat paripurna dewan. “Setiap pembentukan pansus harus disampaikan dan diumumkan di acara paripurna,” ucap dia.

Jumlah anggota pansus ini sesuai dengan ketentuan Pasal 65 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Pasal itu mengatur, anggota pansus paling banyak 25 orang dengan ketentuan anggota dewan lebih dari 100 orang.

Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa banjir merupakan siklus alam yang memerlukan penangan politik ekologi yang ekstrem. Pemimpin, sambungnya, tidak boleh lantas berdiam diri dalam menghadapi siklus tersebut.

“Nah, Jakarta memerlukan politik ekologi yang ekstrem, tidak bisa setengah hati,” ujar Dedi.

Dengan kata lain, penanganan masalah banjir DKI era Anies Baswedan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Joko Widodo. Sebab, Anies tidak setengah hati dalam bekerja.
“Jadi membandingkan Anies dengan Jokowi mudah sekali. Jelas Anies jauh lebih baik karena Jokowi belum sempat berbuat banyak selama memimpin Jakarta,” jelas Dedi. 

Apalagi, kata Dedi, janji Jokowi yang menyatakan mampu menangani persoalan banjir di DKI jika menjadi presiden pun juga tak kunjung terealisasi. 

“Bahkan saat menjadi presiden sekalipun, rasanya tidak ada ide dan aktivitas menyudahi bencana banjir secara sistematis,” kata Dedi.[ab]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *