Pantas Petani Resah! Polisi Berhasil Ungkap Penyelewengan 279 Ton Pupuk Subsidi di Jatim, 21 Tersangka Ditahan  

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menunjukkan pupuk yang disuta sebagai barang bukti/net

INDOPOLITIKA.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, membongkar penyalahgunaan pupuk subsidi di 9 (sembilan) Kabupaten di Jatim. Dalam kasus ini, polisi menyita 279,45 ton pupuk subsidi yang dijual di atas HET pemerintah mencapai Rp 200 ribu.

“Ini tersangkanya ada 21 orang. Barang bukti yang diamankan sebanyak 5.589 sak atau 279,45 ton,” ungkap Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta dalam konfrensi pers, di Surabaya, Senin (16/5/2022).

Nico menjelaskan, kasus itu berawal ketika Ditreskrimsus Polda Jatim beserta polres jajaran serta Dinas Pertanian dan Perdagangan, melakukan pengumpulan informasi terkait dengan masalah pupuk. Ketersediaan pupuk akan memengaruhi produksi padi di Jatim sebagai salah satu wilayah lumbung padi terbesar di Tanah Air.

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan indikasi penyimpangan di dalam ketersediaan pupuk maupun distribusi maupun harga. Terhadap puluhan kasus tersebut, lanjut Nico, sebanyak 13 kasus ditangani oleh Polda Jawa Timur.

Sembilan kasus terjadi di Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang, dan Lamongan.

“Modusnya, para tersangka membeli pupuk yang kemudian mengganti dengan pupuk nonsubsidi yang harganya berbeda,” ujarnya.

Padalah, kata Nico, pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi dengan harga semula yaitu Rp 115 ribu. Namun oleh pelaku diganti sehingga petani membeli harga bervariasi antara Rp160 ribu sampai dengan Rp200 ribu. Petani yang sangat butuh pupuk pasti akan membeli. Terkait penyalahgunaan ini, pihaknya menaksir bahwa keuntungan yang didapat oleh para tersangka sebanyak Rp 45-85 ribu per sak.

“Tersangka membeli pupuk yang bersubsidi dan mengganti pupuk saknya dengan pupuk non subsidi sehingga harganya berbeda,” lanjutnya.

“Kita bisa bayangkan dengan jumlah banyak itu akan memberatkan petani. Sedangkan para pelaku mengganti persaknya dan mendapatkan keuntungan dengan jumlah antara Rp45 ribu sampai Rp85 ribu persaknya,” beber dia.

Untuk mengelabuhi petugas, para tersangka juga menjual pupuk keluar provinsi. Polda Jatim juga mengungkap pupuk yang akan dikirimkan ke wilayah Kalimantan Timur dengan kapal.

“Kami akan koordinasikan dengan stakeholder terkait dari jajaran Pemprov Jatim, selanjutnya untuk melakukan pencegahan kami akan lakukan koordinasi lebih lanjut terkait dengan RDKK yaitu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani,” tutupnya. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.