Hukum

Panwaslih Deli Serdang Proses Dugaan Pelanggaran Terkait Laporan Suket Oleh Cagub Sumut

LubukPakam – Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Deliserdang saat ini mulai mendalami dan memproses dugaan pelanggaran Pilkada Sumatera Utara terkait laporan Surat Keterangan (Suket) Pengganti e-KTP.
Hal itu disampaikan pelapor, Muhammad Angga Putra, dan dua saksi diperiksa di Kantor Panwaslih Kabupaten Deliserdang, Jumat (30/03) di Desa Pagar Merbau III, Kecamatan Lubuk Pakam.

Surat keterangan itu, kata pelapor, diserahkan oleh calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat pada masyarakat Tanjungmorawa.

Dalam keterangan tertulis, Staf pemeriksa Panwaslih Deliserdang menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap pelapor dan dua saksi yang dihadirkan atas kasus penyerahan dan pembagian Suket.

“Nanti Komisioner (Panwaslih) yang akan memprosesnya. Kami hanya menerima dan menjalankan tugas sebagai staf,” ujarnya, di Kantor Panwaslih Kabupaten Deliserdang, Lubukpakam.

Di tempat yang sama, Ketua Panwaslih Deliserdang, Asman Siagian mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang memproses laporan tersebut, setelah mendapat pelimpahan dari Bawaslu Sumut.

“Sudah kami periksa hari ini pelapornya. Kami tindaklanjuti dan akan diproses sampai selesai. Masyarakat boleh memantau penanganan kasus ini,” ungkap Asman Ketua Panwaslih Deliserdang.

Kuasa hukum pelapor, Taufiq Umar Dani Harahap di tempat yang sama juga menegaskan, pihaknya memberikan bantuan hukum kepada warga yang mengadukan kasus Suket tersebut ke Panwaslih Kabupaten Deliserdang.

“Sifatnya kita memberikan bantuan hukum kepada warga yang melaporkan ke Panwaslih Deliserdang.” kata Taufiq Umar Dani Harahap, kepada Jurnalis.

Ia menambahkan, hari ini pemeriksaan pertamanya, yang diambil keterangannya pelapor dan dua saksi. Menurut Taufiq, sebelumnya laporan ini disampaikan ke Bawaslu Sumut.

“Tapi karena lokasi kejadiannya ada di Deliserdang, maka proses penanganannya di Panwaslih Deliserdang.” tambah Taufiq Umar.

Sambung Taufiq menambahkan, pembagian surat keterangan itu bukan kewenangan calon gubernur dan kemudian dibagi-bagi saat masa kampanye.

“Apakah itu salah, tergantung Panwaslih Deliserdang. Tapi kita minta hal ini ditindak sesuai aturan,” kata Taufiq.

Senada, Warga Delitua Muhammad Angga Putra mengakui, sebelumnya mengetahui telah adanya pembagian dan penyerahan suket di Kecamatan Tanjung Morawa itu dari pemberitaan media.

“Karena kami melihat pesta demokrasi zaman sekarang kenapa masih ada yang mengotorinya,” tambah Muhammad Angga.

Ia menilai, pesta demokrasi dalam Pilgub Sumatera Utara itu, tidak lagi bersih. “Makanya itu, kami menginginkan Pemilu dan Pilgub Sumut yang bersih, sehingga kami mengadukan ke Panwaslih Deliserdang,” kata Angga.

Tags

Artikel Terkait

Close