Para Tersangka Kasus Karhutla Tidak Ditahan Polisi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA — Para tersangka kasus Karhutla yang melibatkan pimpinan dan karyawan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) hingga kini tidak ditahan polisi. Mereka dianggap masih dalam unsur kelalaian dan belum terbukti melakukan kesengajaan.

“Belum ada yang ditahan. Dugaan sementara karena korporasi itu lalai terhadap (lahan di area perusahaan tersebut) jadi tanggung jawabnya,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (15/8).

Baca Juga:

Perihal izin, Dedi berpendapat menunggu vonis yang jelas akibat dugaan kelalaian itu. “Jika terbukti lalai maka akan dievaluasi oleh pemda setempat terkait izin penguasaan lahan yang menjadi tanggung jawab korporasi itu,” lanjut dia.

Ada 100 kasus karhutla yang ditangani oleh Polda Riau, Polda Jambi, Polda Kalimantan Barat dan Polda Kalimantan Tengah, hanya PT SSS yang ditetapkan menjadi tersangka dan polisi telah memeriksa jajaran perusahaan itu mulai dari tingkat atas hingga bawah.

Sedangkan jumlah individu yang menjadi terduga pelaku karhutla mencapai 87 tersangka. Untuk Polda Kalimantan Selatan dan Polda Sumatera Selatan, hingga kini masih nihil kasus dan pelaku. Namun kepolisian terus mengantisipasi penambahan titik api (hotspot) dan terus berupaya memadamkan kebakaran di lokasi karhutla.

Sementara itu, Instruksi dan sanksi dari Presiden Joko Widodo pun tak main-main, bagi jajaran Kapolres, Kapolsek, Pangdam, Danrem yang berada di wilayah karhutla dapat dicopot jabatannya jika tidak mampu mengatasi karhutla.

Presiden menyinggung soal aturan main penanganan karhutla yang telah ditetapkan sejak terjadi peristiwa itu pada empat tahun silam. “Dan aturan main kita tetap, masih sama. Saya ingatkan Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan main yang saya sampaikan 2015 masih berlaku. Yang tidak bisa mengatasi dengan perintah yang sama, copot kalau tidak bisa mengatasi yang namanya kebakaran hutan dan lahan,” katanya. (DMS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *