Internasional

Parade Militer Iran Diserang, AS Sebut itu Kesalahan Sendiri

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley. (Foto: AFP).

New York: Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Nikki Haley mendesak Iran 'melihat ke dalam cermin' untuk penyebab serangan atas parade militer yang menewaskan 25 orang pada Sabtu.
 
Baca juga: Parade Militer Iran Diserang, Sejumlah Orang Tewas.
 
Haley mengatakan Presiden Iran Hassan Rouhani telah "menindas rakyatnya untuk waktu yang lama". Dia menanggapi kritikan keras dari Rouhani tentang AS, di mana Presiden Iran menyalahkan Paman Sam karena memungkinkan serangan tersebut.
 
Dua pihak terpisah mengklaim bahwa mereka melakukan penembakan, tetapi tidak memberi bukti.
 
Empat pria bersenjata menembaki pasukan Garda Revolusi di kota Ahvaz, barat daya Iran, Sabtu. Sebanyak 25 orang tewas, termasuk tentara dan warga sipil yang menonton pawai peringatan.
 
Salah satu korban adalah seorang gadis empat tahun. Kelompok anti-pemerintah Arab — Ahvaz National Resistance — dan militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
 
Video yang dirilis kantor berita ISIS, Amaq, menunjukkan tiga pria dalam sebuah mobil yang tampak mengenakan seragam Korps Pengawal Revolusioner Islam (IRGC), mungkin dalam perjalanan untuk melakukan penembakan.
 
Para pria tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota ISIS dalam video, tetapi berbicara tentang pentingnya jihad.
 
Presiden Rouhani mengatakan AS, bersama sejumlah negara Teluk yang mendukungnya, telah memungkinkan serangan.
 
Tetapi AS menolak tanggung jawab dan mengutuk "serangan teroris". Sementara seorang pejabat senior untuk Uni Emirat Arab — salah satu negara yang dituding Rouhani — menyebut tuduhan itu "tidak berdasar".
 
"Dia diprotes rakyat Iran, setiap sen uang yang diperoleh Iran masuk ke militernya, dia menindas rakyatnya dalam waktu yang lama dan dia perlu melihat markasnya sendiri untuk mencari tahu dari mana asalnya," Haley berkata pada CNN.
 
"Dia bisa menyalahkan kita semua yang dia inginkan. Yang harus dia lakukan adalah berkaca," cetusnya, seperti disitir dari BBC, Senin 24 September 2018.
 
Berbicara pada Minggu, sebelum berangkat ke PBB di New York, Rouhani bersumpah bahwa Iran akan "tidak membiarkan kejahatan ini terjadi".
 
"Sangat jelas bagi kami yang melakukan kejahatan ini, dan dengan siapa mereka terkait," katanya. Dia menuduh bahwa negara Teluk telah mendukung "kebutuhan finansial, persenjataan dan politik" para penyerang.
 
Iran sebelumnya menuduh bahwa Arab Saudi mendukung aktivitas separatis di kalangan minoritas Arab-Iran.
 
Kedua negara telah bersaing merebut dominasi politik dan agama kawasan selama beberapa dekade. Mereka terlibat dalam sejumlah perang proksi di seluruh wilayah, mendukung faksi-faksi yang bertikai di Yaman dan Suriah.
 
Pertikaian selama beberapa dekade di antara keduanya dipicu perbedaan agama — Iran sebagian besar Muslim Syiah, sementara Arab Saudi menjadi kekuatan Muslim Sunni terkemuka.
 
UAE dan Bahrain bersekutu erat dengan Arab Saudi. Iran juga menuduh bahwa orang-orang bersenjata itu memiliki hubungan dengan Israel.
 
Iran juga memanggil diplomat dari Inggris, Belanda, dan Denmark pada Sabtu, menuduh negara mereka menyembunyikan kelompok oposisi Iran.
 
Sementara AS menuduh Iran menjalankan program senjata nuklir rahasia, yang dibantah Iran.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close