INDOPOLITIKA.COM – Seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) berinisial ST, rupanya tidak benar-benar tulus mengurus perceraian warganya.

ST punya niat terselubung terhadap seorang mamah muda (mahmud) berinisial F (26). Benar saja, F yang disuruh datang ke rumahnya untuk mengurus perceraian, disitulah niat jahat ST muncul.

ST diduga memperkosa F yang hendak mengurus perceraian dengan suaminya. Kejadian itu berlangsung di salah satu di Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel pada Senin (11/9/2023) sekitar pukul 21.15 Wita.

“Benar, terduga pelaku kami amankan 1×24 jam atas dugaan kasus pemerkosaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan, AKP Henfranto Tandirerung, dikutip dari tvonenews, Rabu (13/9/2023).

Saat kejadian, lanjut Henfranto, korban berencana mengurus kasus perceraian di rumah oknum Kades tersebut. Selanjutnya, terduga pelaku oknum Kades mengajak korban pergi di Polsek setempat.

Namun, dalam perjalanan ST justru melajukan kendaraannya di kawasan perkebunan Kecamatan Laeya. Saat itu, korban sempat curiga.

Namun ST berdalih agar korban mengikut saja jika urusan perceraiannya dengan suaminya berjalan lancar. Korban pun hanya bisa menurut. Sesampainya di area perkebunan, ST memegang paha korban dan melakukan pemerkosaan.

Korban berusaha melawan namun karena tak berdaya dan tidak ada orang di tempat itu, pelaku pun leluasa melancarkan aksinya.  Atas insiden pemerkosaan itu, korban melaporkan pelaku di Polres Konsel.

Setelah meminta keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti yang cukup, Kades tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami kenakan Pasal 6 huruf (b), (c) UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan,” pungkasnya. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com