Internasional

Partai Anti-Imigran Masih Unggul di Pemilu Swedia

Para pendukung Partai Demokrat Sosial menyaksikan penghitungan suara. (Foto: AFP)

Stockholm: Partai Demokrat Sosial masih menjadi unggulan di pemilihan umum Swedia yang digelar Minggu 9 September, waktu setempat. Sampai saat ini, penghitungan suara mencapai 80 persen.

Partai tempat bernaungnya Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven ini masih berkukuh tidak akan menerima imigran.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin 10 September 2018, partai anti-imigran sayap kanan ini telah meraup 28,3 persen suara. Perolehan suara ini sedikit turun dari pemilu 2014 di mana mereka mendapat 31 persen suara. 

Hingga 2015, Swedia kedatangan sekitar 163 ribu pencari suaka yang membuat warga terpecah. Situasi ini tentu menguntungkan Partai Demokrat Sosial yang menentang keras masuknya imigran. 

Sementara itu, Lofven yakin dirinya akan tetap berkuasa dengan memenangkan kursi di parlemen. Ia mengaku akan menyerukan persatuan di tengah perpecahan politik.

"Kami punya waktu dua pekan lagi sampai parlemen terbuka. Saya akan bekerja dengan tenang, sebagai perdana menteri, menghormati suara dan sistem pemilihan Swedia," kata Lofven. 

Selama bertahun-tahun, Partai Demokrat Sosial kerap dikaitkan dengan Neo-Nazi dan kelompok sayap kanan lainnya.

Partai Demokrat Sosial juga pernah mengusulkan agar Swedia keluar dari Uni Eropa, mengikuti jejak Inggris, dengan mengadakan referendum bertajuk Swexit. Namun, partai-partai lainnya menentang hal tersebut dan referendum tak dilakukan. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close