Partai Hanura Pentingkan Bangsa dan Negara Dibanding Jatah Menteri

  • Whatsapp
Partai Hanura (ist)

Ketua DPP Hanura,Benny Ramdhani mengatakan, Partai Hanura  tak mau membebani  dan Ma’ruf Amin dengan meminta apalagi mematok jatah kursi menteri.

“Kami tak mau sebagai partai koalisi, kemudian setelah menang membebani Pak Jokowi minta-minta jatah kursi menteri,” ujar Benny, di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut Benny, partai-partai yang meminta dan mematok jatah kursi menteri itu ibarat belang dan topeng yang kini terbuka. Sebab, menurut Benny, dukungannya selama ini tidak tulus, melainkan ada udang di balik batu.

“Kami sudah pada tahap bicara kepentingan negara dan bangsa. Bukan lagi sekedar bicara jatah menteri apalagi mematok jumlah menteri. Posisi Hanura tidak di situ,” jelas Benny.

Benny juga menegaskan, Hanura tak mau menjadi beban bagi Jokowi sebagai presiden terpilih. Namun, jika memang Jokowi sendiri yang meminta untuk masuk dalam pemerintahan, kata Benny, Hanura tentu akan menyiapkan kader terbaik demi tercapainya tujuan berbangsa dan bernegara.

“Sebab dari awal kami mendukung Jokowi-Maruf Amin atas dasar idiologi. Hanya kalau pak Jokowi meminta dan datang langsung, maka kami siapkan kader terbaik,” jelas Benny.

Menurut Benny parpol yang sekedar meminta jatah jabatan, justru merusak sistem bernegara. Sebab sejatinya sistem presidensial itu adalah memberi kewenangan penuh kepada presiden dalam menyusun kabinet.

“Jadi Hanura tidak pernah meminta jatah kursi apalagi mematok. Yang minta-minta jatah menteri sangat memalukan,” tegas Benny.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *