Internasional

Partai Oposisi Kamboja Tolak Hasil Pemilu

Wakil Presiden CNRP, Mu Sochua di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin 30 Juli 2018.(Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Partai oposisi Kamboja, Cambodian National Rescue Party (CNRP) menolak hasil pemilihan umum yang digelar kemarin. Partai berkuasa Cambodian People’s Party (CPP) mengklaim menang telak.
 
Baca juga: Partai PM Kamboja Klaim Kemenangan dalam Pemilu.
 
Dengan begitu, Hun Sen dipastikan kembali memimpin Kamboja. Padahal, mantan anggota Khmer Merah ini telah 33 tahun lamanya memimpin.
 
"Kami menolak hasil pemilu. Tidak adanya demokrasi seharusnya membuat hasil pemilu ini tidak sah," kata Wakil Presiden CNRP, Mu Sochua di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin 30 Juli 2018.
 
"Pemilu 29 Juli menandai matinya demokrasi Kamboja. Rakyat Kamboja tidak bisa memilih. Mereka ketakutan dengan paksaan CPP," lanjut dia.
 
CNRP sendiri adalah partai oposisi terbesar di Kamboja yang diberangus pemerintah. Pemimpinnya, Kem Sokha, dijebloskan ke penjara sejak September 2017 dengan tuduhan berkhianat.
 
Pemerintah meminta CNRP bubar karena partai ini dianggap mencoba meruntuhkan kekuaaan pemerintah yang sah dengan bantuan asing. Namun tuduhan ini dibantah CNRP.
 
"Kami tidak berpatokan pada angka. Mereka bisa memanipulasi angka semau mereka. Rakyat Kamboja bahkan tak bisa bebas memilih di negaranya sendiri," tukasnya lagi.
 
Sochua meyakini bahwa suara pemilu tahun ini juga dimanipulasi oleh CPP, sama seperti pemilu 2013 di mana CNRP kalah tipis dan juga seperti pemilu legislatif pada 2017.
 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close