Pasca APBD Rampung, DPRD Kebut Pilwagub

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini masih kosong. Kendati demikian, kalangan anggota dewan tidak mau tinggal diam.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Syarif mengatakan pihaknya akan kembali membahas persoalan kekosongan kursi DKI kedua pada Desember 2019 mendatang. Sementara, kata dia, saat ini penghuni parlemen Kebon Sirih sedang sibuk menyusun APBD tahun 2020 hingga akhir November.

Baca Juga:

“Setelah pengesahan (APBD 2020), Desember. Sekarang kita lagi fokus konsentrasi di pembahasan (APBD) sampai selesai,” kata Syarif, Kamis (7/11/2019).

Ia menjelaskan, tata tertib (tatib) pemilihan wagub DKI yang sudah dibentuk oleh DPRD sebelumnya hanya tinggal dibawa ke dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk disahkan.

“(Tatib) tinggal dibawa ke Rapimgab. Tidak ada pembahsaan ulang lagi,” ujarnya.

Setelah tatib disahkan, lanjut dia, tahapan selanjutnya adalah membentuk panitia pemilihan pengganti (Panlih) Sandiaga Uno. Anggota dari Panlih itu berasal dari masing-masing partai yang ada di DPRD DKI.

Ia menjelaskan, tugas dari Panlih itu adalah melakukan wawancara dan menggali informasi dari kedua cawagub yaitu, Agung Yulianto dan Akhmad Syaikhu. “Dibentuk Panlih, lalu memproses dua calon itu,” kata dia.

Dirinya memastikan bahwa calon pendamping Gubernur Anies Baswedan berasal dari kader PKS. Hal itu membantah kabar yang beredar kalau Gerindra berhasrat mengganti cawagub yang telah disepakati tersebut.

Sementara, wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi berharap warga Jakarta untuk bersabar.

“Itu tinggal tunggu saatnya,” ujar Suhaimi saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, kemarin

Suhaimi juga menjelaskan, ada beberapa kendala yang membuat proses penetapan wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut terus tertunda. Selain dinamika politik yang panjang, panitia khusus (pansus) pemilihan wagub DKI Jakarta sempat terputus di pembahasan tata tertib.

“Tapi kemudian rapat pimpinannya tidak terselenggara, sampai kemudian ada pelantikan (anggota DPRD) yang baru pada 26 Agustus 2019,” katanya.

Setelah pelantikan DPRD DKI Jakarta yang baru, pembahasan tidak bisa langsung berlanjut. Mekanisme administrasi seperti menunggu alat kelengkapan dewan harus terpenuhi terlebih dahulu.

DPRD juga disibukkan dengan pembahasan RAPBD 2020 yang harus disahkan pada 30 November. Itulah sebabnya pembahasan posisi Wagub DKI Jakarta akan dilanjutkan Desember.

“Tapi ini bukan berarti tidak menjadi perhatian DPRD. Ini menjadi perhatian Insya Allah bergulir. Mudah-mudahan nanti Desember,” katanya.

Sebelumya, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak terisi selama lebih dari setahun. Posisi tersebut masih kosong semenjak Wagub DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, mengundurkan dari kursi wagub saat mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019.Terhitung sejak mundurnya Sandiaga Uno pada 27 Agustus 2018, kursi wagub sudah kosong selama 434 hari. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *