Pasca Dirusak, Kumandang Azan Kembali Terdengar di Masjid Al-Hidayah Tulumatung, Sulut

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Pasca kasus perusakan masjid AL-Hidayah, Desa Tulumatung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, (Sulut), akhir bulan Januari lalu, kumandang azan magrib terdengar kembali.

Kumandang azan yang terdengar melalui pengeras suara dari Masjid Al-Hidayah, terjadi pertama kali pada hari Minggu, 16 Februari 2020, kemarin.

Bacaan Lainnya

Berita Kembali berkumandangnya azan dari Masjid Al-Hidayah cepat menyebar luas lewat WhatsApp Group (WAG) maupun media sosial. Apalagi azan itu dikumandangkan seusai acara syukuran umat muslim dan masyarakat perum Agape dalam rangka merajut bersama tali silaturahmi yang digelar di Masjid Al-Hidayah di Desa Tumaluntung, dihari yang sama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Minut, Baidlowi Ibnu Hajar menjelaskan, pertemuan antara jemaah Al-Hidayah Perum Agape Griya, Desa Tumaluntung bersama pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Minut untuk merajut kembali tali silaturahmi sesama masyarakat.

“Cuma ingin merajut kembali tali silaturahmi sesama masyarakat Tumaluntung yang sebelumnya sedikit tersumbat,”katanya, Senin (17/2/2020).

Sementara, Kapolres Minut AKBP Grace KD Rahakbau mengajak masyarakat Minahasa Utara, terutama perum Agape untuk menjaga keamanan serta memelihara persatuan dan kesatuan antar umat beragama di perum agape. Termasuk memelihara kerukunan beragama di wilayah Minahasa Utara.

“Jika Tuhan memberi suatu masalah pasti ada jalan keluarnya dan pasti ada hikmah yang dapat dipetik atau peroleh nantinya. Kami berharap semua bergandengan tangan untuk masyarakat Agape, apa yang sudah terjadi dapat kita ambil hikmahnya,” ujarnya.

Dia menghimbau, agar diantara warga tidak lagi ada rasa kecurigaan yang akan menimbulkan perselisihan.

Ketua FKUB Kabupaten Minut Pdt. Ruben Renggi juga mengajar sebagai umat beragama agar menjaga kerukunan di Desa Tumaluntung (perum Agape) agar tercipta persatuan yang kuat antar umat beragama.

“Mari kita melupakan permasalahan yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan saat ini saling bergandengan tangan membangun persaudaraan yang rukun di perum Agape,”ajaknya.

Adapun turut hadir dalam acara silaturahmi ini tersebut Wakapolres Minahasa Utara Kompol Revly Kaunang, mewakili Dandim 1310/Bitung, Danramil Kauditan Kapten Inf Berty Somba, Ketua MUI Minahasa Utara Baidlowi Ibnu Hajar, aggota DPRD Minut Azhar, Camat Kauditan Roike Rampengan, Ketua FKUB Minut (Pendeta Ruben Renggi, Ketua Ikatan Masyarakat Islam Minut Mansyur Ui, tokoh agama Pdt Sandra, Sekdes Tumaluntung Jhonly Mantiri, Ketua BPD Tumaluntung Edy Dahlan, jamaah Al Hidayah Perum Agape Griya dan masyarakat Desa Tumaluntung.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *