Pasca Erdogan Umumkan Operasi Militer, Jet Tempur Turki Langsung Gempur Suriah

  • Whatsapp
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

INDOPOLITIKA.COM- Tak butuh waktu lama, pasca Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan operasi militer untuk menyerang Kurdi dimulai, 25 jet tempur Turki langsung menghujani wilayah utara Suriah. Dilaporkan AFP dua warga sipil tewas dalam penyerangan itu.

Kabar tersebut dirilis oleh pusat operasi militer dan koordinasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Rabu (9/10/2019).

Baca Juga:

“Dua warga sipil tewas, dua lainnya cedera dalam serangkaian pengeboman Turki di desa berlokasi barat dari area perbatasan Ras al-Ain,” jelas SDF.

Milisi yang dipimpin Kurdi Suriah itu melaporkan adanya “bombardir intens” dari jet tempur Ankara di desa sipil dan pos militer Ras al-Ain, Tal Abyad, Qamishli, dan Ain Issa. 25 jet tempur Turki terbang di langit Suriah menandai fase awal serangan, dan menjatuhkan bomnya total di 16 target seantero perbatasan. SDF menyerukan agar AS dan sekutunya di kawasan untuk menerapkan zona larangan terbang guna menghentikan serangan atas orang-orang tak bersalah.

Selain itu, SDF juga mengungkapkan pemboman tersebut sudah menyebabkan serangkaian eksodus massal dari masyarakat dekat perbatasan. Di Ras al-Ain misalnya. Terlihat warga berbondong-bondong membawa barang di tengah kepulan asap yang membubung.

Sepeda motor dan kendaraan penuh warga sipil mengalir keluar dari daerah tersebut, dengan suara ledakan terdengar di bebera bagian.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pemerintahannya memulai Operation Peace Spring dibantu kelompok pemberontak yang mereka dukung. Dalam keterangannya di Twitter, Erdogan menegaskan operasi itu menargetkan Kurdi serta kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Misi kami adalah mencegah terbentuknya koridor teror di seantero perbatasan selatan kami, dan membawa perdamaian di area,” tegasnya.

Serangan itu jelas mengejutkan dunia. Perancis melalui Menteri Hubungan Eropa Amelie de Montchalin melontarkan kecaman. Kemudian pemerintah Belanda memutuskan memanggil Duta Besar Turki, dengan Dewan Keamanan PBB bakal menggelar pertemuan darurat Kamis (10/10/2019). [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *